Kontemplasi Qalbu (66)

Keajaiban Kejujuran

Nasaruddin Umar - detikNews
Minggu, 01 Mei 2022 05:30 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Syekh Abdul Qadir Jailani masa kecilnya dikirim ibunya untuk nyantri di Bagdad. Sebagai bekal selama sekolah, ia diberikan uang yang disimpan di dalam lipatan bawah baju gamisnya supaya sekiranya ada perampok bisa lebih aman, tidak kelihatan. Sebelum berangkat sang ibu menasehati anaknya dengan satu kalimat: Anak, satu nasehat saya, jangan pernah berbohong! Ia diikutkan oleh ibunya kepada para saudagar yang akan menuju Bagdad dari Mekkah. Di tengah padang pasir ternyata dihadang oleh perampok. Satu persatu rombongan saudagar dijarah.

Barang-barang berharga, termasuk unta dan barang dagangannya diambil gerombolan perampok. Tiba giliran Abdul Qadir Jailani diperiksa, untanya tidak membawa harta dagangan apapun. Ketika ditanya oleh perampok, kenapa kamu tidak bawa harta? Dijawab saya bukan ke Bagdad untuk dagang tetapi untuk sekolah. Di Tanya lagi, apakah engkau tidak membawa barang berharga? Dijawab secara jujur, ada berupa uang yang disembunyikan ibu saya di dalam jahitan lipatan baju saya. Begitu diperiksa ternyata betul ada uang melingkar di dalam jahitan bajunya.

Cerita ini dilaporkan kepada pimpinan perampok. Pimpinan perampok memanggil Abdul Qadir Jailani yang waktu itu masih remaja, mengapa engkau mengatakan ada uang disembunyikan di dalam jahitan bajunya, padahal tadinya kamu sudah lolos, dijawab: Ibuku menasehatiku untuk tidak pernah berbohong kepada siapapun, termasuk kepada tuan-tuan. Mendengarkan kata-kata kejujuran ini maka pimpinan perampok berubah pikiran. Emua harta jarahan dikembalikan kepada yang punya. Dia bersama anak buahnya bertobat dan kembali ke kota mencari rezki yang halal.

Kejujuran (al-shidq) adalah kemampuan seseorang untuk menyatakan kebenaran di tempat-tempat yang mengancam keselamatan, menyatakan kebenaran sama saja di waktu tersembunyi dan terang-terangan, meninggalkan segalanya selain kebenaran, menyempurnakan dan menyucikan segala apapun yang dimiliki. Al-Shiddiq adalah term penekanan (mubâlaghah) dari kata "al-Shâdiq" artinya orang yang benar-benar jujur. Sebagaimana halnya kata "al-Sikkit" dari kata "al-Sâkit" artinya orang yang benar-benar diam. Al-Shâdiq adalah orang yang jujur perkataannya, sedangkan al-shiddiq adalah orang yang benar-benar jujur, baik perkataan, perbuatan, maupun segala tingkah lakunya. Al-Shidq adalah sumber istiqamah dan bersih dari tujuan-tujuan duniawi. Al-Shidq adalah mitra dari al-hurriyah (kebebasan) dan al-futuwwah.


Menurut Al-Junaid, kejujuran ialah bersikap jujur dan menyatakan kebenaran di daerah yang tidak ada orang selamat kecuali berdusta. Abu Ali al-Daqqaq mengatakan kejujuran adalah engkau menganggap dirimu sebagaimana adanya, atau engkau dilihat seperti apa adanya dirimu. Ada juga yang mengatakan, orang yang jujur adalah orang yang tidak senang dan tidak membenci jika amal dilihat. Ada juga yang mengatakan, orang yang jujur adalah orang yang siap meninggal dan tidak merasa malu jika rahasianya dibeberkan. Sesungguhnya Allah memuji kejujuran dan memerintahkan supaya bersikap jujur, sebagaimana dalam firmannya: "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar." (QS. Al-Taubah/9: 119). Kejujuran merupakan deretan kedua setelah derajat kenabian sebagaimana disebutkan dalam irman Allah Swt: "Mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni`mat oleh Allah, yaitu: para Nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh." (QS. Al-Nisa'/4: 69).


Cakupan kejujuran meliputi kejujuran dalam niat, kejujuran dalam pembicaraan, dan kejujuran dalam perbuatan. Kejujuran dalam niat adalah tidak menghendaki semua perkataan, perbuatan, dan keadaannya kecuali hanya karena Allah. Kejujuran dalam ucapan sudah dimaklumi, dan kejujuran dalam perbuatan adalah bersikap optimis melakukan sesuatu dan tidak dengan asal-asalan. Profesionalisme adalah salah satu wujud kejujuran. Pemilik qalbu yang sehat selalu mempertahankan kejujurannya.

Simak juga Video: Layanan Ojek Online Dengan Pengemudi Difabel, Karya Triyono

[Gambas:Video 20detik]




(lus/lus)