Anggota DPR Minta Polri Tindak Tegas Pelaku Onani di KRL

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Sabtu, 30 Apr 2022 15:52 WIB
Habiburokhman Gerindra (Firda Cynthia Anggrainy/detikcom).
Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Gerindra Habiburokhman. (Foto: Firda Cynthia Anggrainy/detikcom).
Jakarta -

Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria diduga melakukan onani di dalam kereta rel listrik (KRL) viral di media sosial (medsos). Anggota Komisi III DPR Fraksi Partai Gerindra Habiburokhman meminta Polri menindak tegas pelaku.

"Kita minta Polri untuk bertindak tegas secara hukum," kata Habiburokhman kepada wartawan, Sabtu (30/4/2022).

Habiburokhman menilai perilaku onani tersebut merupakan tindak pidana yang serius. Pelaku onani itu dinilai melanggar Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

"Jelas itu tindak pidana serius yang diatur Pasal 4 ayat (1) huruf c junto Pasal 29 UU Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi yang melarang memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan, atau menyediakan pornografi yang secara eksplisit memuat masturbasi atau onani," katanya.

Wakil ketua Umum (Waketum) Partai Gerindra itu menyoroti ancaman pidana yang cukup berat yaitu hukuman penjara hingga 12 tahun. "Ancaman hukumannya cukup berat bisa sampai 12 tahun," ujar dia.

Dengan demikian, anggota Komisi Hukum itu mendorong pelaku onani ditindak tegas agar menimbulkan efek jera bagi pelaku dan mencegah orang lain untuk melakukan tindakan serupa.

"Penindakan penting agar muncul efek jera baik si pelaku maupun siapapun yang akan mencoba melakukannya," kata dia.

Viral Pria Onani di KRL

Sebelumnya, beredar video yang memperlihatkan seorang pria melakukan aksi tak senonoh menggunakan tangan yang ditutupi map plastik di KRL. Kondisi gerbong KRL saat itu terlihat dalam kondisi cukup padat.

Tampak pria itu mengenakan hoodie berwarna oranye dan topi putih. Pria itu juga mengenakan kacamata, celana panjang, dan sepatu putih.

Pornoaksi yang dilakukan pria tersebut diduga direkam oleh penumpang lain yang duduk di depannya.

Setelah dimintai keterangan, pria tersebut mengakui melakukan perbuatan asusila. Pria itu hanya diminta membuat surat pernyataan untuk tak mengulangi perbuatannya.

"Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh petugas di Stasiun Parung Panjang, pelaku mengaku melakukan tindak asusila tersebut di dalam perjalanan KRL," kata VP Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba, Sabtu (30/4).

(fca/jbr)