ADVERTISEMENT

Sorotan Mahfud ke BPK Usai Ade Yasin Tersangkut Suap Demi WTP

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 30 Apr 2022 08:00 WIB
Menko Polhukam Mahfud Md
Menko Polhukam Mahfud Md (Dok. Kemenko Polhukam)
Jakarta -

Bupati Bogor Ade Yasin ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus dugaan suap ke pegawai BPK Perwakilan Jabar agar Pemkab Bogor meraih predikat wajar tanpa pengecualian (WTP). Sorotan mengarah ke lembaga pemeriksa keuangan negara itu karena mencuatnya isu 'WTP ada harganya'.

Dalam perkara ini, Ade Yasin disebut menyuap oknum BPK Perwakilan Jabar hingga Rp 1,9 miliar agar Kabupaten Bogor yang dipimpinnya bisa kembali mendapat predikat WTP.

KPK menetapkan delapan tersangka. Berikut ini rinciannya:

Pemberi Suap:
1. Ade Yasin, Bupati Kabupaten Bogor periode 2018-2023
2. Maulana Adam, Sekdis Dinas PUPR Kabupaten Bogor
3. Ihsan Ayatullah, Kasubid Kas Daerah BPKAD Kabupaten Bogor
4. Rizki Taufik, PPK pada Dinas PUPR Kabupaten Bogor

Penerima Suap:
1. Anthon Merdiansyah, Pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat/Kasub Auditorat Jabar III/Pengendali Teknis
2. Arko Mulawan, pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat/Ketua Tim Audit Interim Kabupaten Bogor
3. Hendra Nur Rahmatullah Karwita, pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat/Pemeriksa
4. Gerri Ginajar Trie Rahmatullah, pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat/Pemeriksa

Menko Polhukam Mahfud Md kemudian bicara soal kasus suap Bupati Bogor Ade Yasin kepada pegawai BPK agar dapat WTP. Mahfud menyebut tidak selalu status WTP menandakan instansi bersih dari korupsi.

"Memang pemeriksaan di BPK itu memang lebih menekankan pada kebenaran administratif dan prosedur. Oleh sebab itu, kita banyak melihat instansi-instansi yang WTP itu banyak juga yang korupsi di dalamnya," kata Mahfud setelah meninjau command center PJR Korlantas Polri Km 29, Cikarang, Jumat (29/4).

Mahfud meminta adanya evaluasi dari pihak BPK agar tak ada kejadian serupa terulang. Pasalnya, isu predikat WTP bisa dibeli itu telah lama mencuat.

Bupati Bogor Ade Yasin ditetapkan KPK sebagai tersangka suap terkait pengurusan laporan keuangan Pemkab Bogor. Ia menjadi tersangka KPK bersama sejumlah pihak lainnya.Bupati Bogor Ade Yasin ditetapkan KPK sebagai tersangka suap terkait pengurusan laporan keuangan Pemkab Bogor. Ia menjadi tersangka KPK bersama sejumlah pihak. (Grandyos Zafna/detikcom)

"Kita berharap agar BPK juga membenahi diri agar tidak ada. Dulu kan ada isu WTP itu ada harganya. Jangan-jangan ini masih ada," jelas Mahfud.

Mahfud mengatakan isu harga bagi predikat WTP yang dikeluarkan BPK itu harus bisa dihilangkan oleh BPK sendiri. Dia menyebut hal itu terkait dengan kepercayaan dari masyarakat.

"Dulu saat saya (Ketua) MK itu saya sudah bicara ke BPK 'saya kok dapat WTP terus?'. Saya melihatnya memang peluang untuk tidak baik itu masih ada. Oleh sebab itu, di tahun 2012, saya bilang supaya di BPK itu mekanismenya diperketat. Jangan ada lagi isu WTP bisa dibeli," tutur Mahfud.

"Ini katanya sih yang di Bogor kalau saya baca kan kasarnya mau membeli WTP. Nah, itu akan menghilangkan kepercayaan rakyat terhadap BPK kalau itu masih terjadi," tambahnya.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya:

Simak juga Video: Kena OTT, Bupati Bogor Salahkan Anak Buah: Inisiatif Membawa Bencana!

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT