Berkas Lengkap, Walkot Bekasi Nonaktif Rahmat Effendi Segera Disidang

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Jumat, 29 Apr 2022 10:04 WIB
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi resmi jadi tersangka kasus pengadaan barang dan jasa serta lelang jabatan. Begini penampakan Rahmat Effendi saat mengenakan rompi tahanan KPK.
Foto: A Prasetia/detikcom
Jakarta -

KPK menyatakan berkas perkara Wali Kota Bekasi nonaktif Rahmat Effendi dkk telah lengkap. Rahmat Effendi atau Pepen akan segera disidangkan.

"Tim penyidik (Kamis, 28/4) telah selesai melaksanakan tahap II, yaitu penyerahan Tersangka dan barang bukti Tersangka RE dkk kepada tim jaksa," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Jumat (29/4/2022).

"Dari hasil pemeriksaan, kelengkapan isi berkas perkara terpenuhi dan telah lengkap," tambahnya.

Ali mengatakan Rahmat Effendi dan Camat Jatisampurna Wahyudin sementara akan ditahan selama 20 hari ke depan di Rutan KPK Gedung Merah Putih. Kemudian Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kota Bekasi, M Bunyamin, Lurah Jatisari Mulyadi alias Bayong, dan Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kota Bekasi Jumhana Lutfi ditahan di Rutan KPK Kaveling C1.

"Tetap dilakukan penahanan lanjutan oleh tim jaksa untuk masing-masing selama 20 hari ke depan sampai nanti 17 Mei 2022," kata Ali.

Selanjutnya, Ali mengatakan jaksa KPK akan menyusun surat dakwaan selama 14 hari kerja dan segera melimpahkannya ke pengadilan. Pepen dkk akan disidangkan di Pengadilan Tipikor Bandung.

"Pelimpahan berkas perkara dan surat dakwaan dalam waktu 14 hari kerja akan segera dilaksanakan tim jaksa ke Pengadilan Tipikor," katanya.

"Persidangan akan dilaksanakan di Pengadilan Tipikor pada PN Bandung," imbuhnya.

Sebelumnya, KPK menjerat Wali Kota Bekasi nonaktif Rahmat Effendi alias Pepen sebagai tersangka kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU). Sangkaan itu merupakan yang terbaru setelah sebelumnya Pepen dijerat sebagai tersangka perkara suap dan pungli setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT).

Terakhir KPK menelusuri tentang pembangunan glamorous camping atau glamping yang pembiayaannya diduga KPK dilakukan Pepen dengan pungutan liar atau pungli. Lokasi glamping itu berada di Cisarua, Bogor.

(azh/knv)