Aniaya Putri Kandung, Kombes Rachmat Widodo Dihukum 4 Bulan Penjara

Andi Saputra - detikNews
Kamis, 28 Apr 2022 15:30 WIB
Suami Tampar dan Ludahi Istri Gara-gara Masak Rendang Terlalu Lama
Ilustrasi (dok. detikcom)
Jakarta -

Kombes Rachmat Widodo dihukum 4 bulan penjara karena terbukti menganiaya anak perempuannya. Hukuman ini dijatuhkan Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut) dan dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta.

Hal itu tertuang dalam website PT Jakarta, Kamis (28/4/2022). Jaksa menerangkan kasus itu terjadi di depan rumah Kombes Rachmat Widodo di Jalan Pelangi Hijau, Kelapa Gading, Jakut, pada 24 Juli 2020 sore.

Saat itu putri Kombes Rachmat Widodo masuk ke kamar dan menanyakan kunci mobil CR-V. Kombes Rachmat Widodo mengaku tidak tahu.

Di saat yang sama, istri Kombes Rachmat Widodo, Linda, dan keponakan Kombes Rachmat Widodo masuk ke kamar. Terjadilah percekcokan.

Malamnya, terjadi percekcokan lagi. Kombes Rachmat Widodo, disebutkan jaksa, menampar keponakan serta mengempaskan badan Linda. Putri Kombes Rachmat Widodo merekam kejadian itu dengan HP sehingga terjadi pertikaian.

Dari peristiwa itu, keluarga tidak terima dan melaporkan Kombes Rachmat Widodo ke kepolisian. Akhirnya Kombes Rachmat Widodo diadili dengan UU Pemberantasan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT). Kombes Rachmat Widodo didakwa melakukan perbuatan yang dilarang Pasal 44 ayat 1 UU PKDRT tentang kekerasan fisik di lingkup rumah tangga.

"Menyatakan Terdakwa tersebut di atas, telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana perbuatan kekerasan fisik dalam lingkup rumah tangga sebagaimana dalam dakwaan primair Penuntut Umum. Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 4 bulan," ujar majelis PN Jakut.

Atas hukuman itu, Kombes Rachmat Widodo mengajukan banding. Apa kata majelis tinggi? "Menguatkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara Nomor 999/Pid.Sus/2021/PN.Jkt.Utr tanggal 12 Januari 2022 yang dimohonkan banding tersebut," ujar majelis tinggi dengan ketua Sugeng Hiyanto dengan anggota Tony Pribadi dan Yahya Syam.

PT Jakarta menyatakan bahwa sesuai dengan fakta hukum yang terungkap di persidangan, Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana 'melakukan perbuatan kekerasan fisik dalam lingkup rumah tangga'. Telah dipertimbangkan pula tentang keadaan-keadaan yang memberatkan dan yang meringankan dalam menjatuhkan pidana kepada Terdakwa.

"Majelis hakim tingkat banding sependapat dengan pertimbangan hukum Majelis Hakim tingkat pertama karena pertimbangan tersebut telah tepat dan benar. Oleh karena itu pula pertimbangan tersebut diambil alih menjadi pertimbangan majelis hakim tingkat banding dalam memeriksa dan mengadili perkara ini," pungkas majelis tinggi.

Sementara itu, Kombes Rachmat Widodo juga melaporkan kasus yang dialaminya. Pada Oktober 2021, anak dan keponakannya juga menjadi tersangka.

Simak juga 'Viral! Oknum Polisi Pukul-Memaki Ojol di Jakbar':

[Gambas:Video 20detik]




(asp/zap)