Ada ABK Asal Makassar di Kapal Berbendera UEA yang Disita Milisi Houthi

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Senin, 10 Jan 2022 12:36 WIB
Yemens Huthi rebels say the Rwabee Emirati-flagged ship they seized carried military hardware but the Saudi-led coalition says it transported medical supplies (AFP)
Foto: Kapal Rwabee berbendera Uni Emirat Arab disita milisi Houthi di Yaman (dok, AFP)
Makassar -

Warga Indonesia asal Makassar, Sulawesi Selatan (Suldel), Surya Hidayat Pratama menjadi korban penyanderaan milisi Houthi di Yaman. Istrinya menyebut terakhir kali berkomunikasi dengan Surya semalam.

"Saya sudah bisa telepon semalam dengan suami saya dan kabarnya baik," kata istri Surya Hidayat, Sri Rahayu di kediamannya di Makassar, Senin (10/1/2022).

Surya adalah salah satu dari anak buah kapal (ABK) berbendera Uni Emirat Arab (UEA) yang disandera milisi Houthi. Sri mengaku baru tahu suaminya menjadi korban penyanderaan pada 4 Januari lalu.

Namun berdasarkan pembicaraan terakhirnya dengan Surya, saat ini Surya tengah berada di daratan. "Katanya semalam sudah berada di penginapan di Yaman, tadi malam," sambung Sri.

Dia bersyukur dapat diberi kesempatan berbicara dengan suaminya lewat sambungan telepon. Dia berharap pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) segera memulangkan suaminya ke Tanah Air.

"Saya berterima kasih sudah difasilitasi berbicara dengan suami saya dan keluarga di sini sudah tenang mendapatkan kabar," terangnya.

Diberitakan sebelumnya, sebuah kapal berbendera UEA disandera milisi Houthi sejak 3 Januari lalu. Pemberontak Houthi menuduh kapal itu membawa muatan senjata, namun koalisi pimpinan Saudi bersikeras menyatakan kapal itu membawa pasokan medis.

Dilansir AFP, Houthi yang didukung Iran merilis sejumlah foto yang mereka sebut sebagai jeep militer dan persenjataan yang dibawa oleh kapal bernama Rwabee yang disita di perairan Laut Merah, atau tepatnya di lepas pantai Yaman.

Koalisi pimpinan Saudi menyebut tindakan pemberontak Houthi itu sebagai aksi pembajakan. Pemerintah Saudi mengancam akan merebut kembali kapal berbendera UEA itu secara paksa.

(fiq/aud)