ADVERTISEMENT

Bupati Bogor Ade Yasin Jadi OTT Ke-145 Sepanjang Sejarah KPK!

M Hanafi Aryan - detikNews
Kamis, 28 Apr 2022 14:30 WIB
Gedung baru KPK
Gedung KPK (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Sejak awal dibentuk, KPK telah melakukan ratusan kegiatan tangkap tangan atau yang lebih kerap disebut operasi tangkap tangan (OTT) terhadap para koruptor. OTT teranyar menjerat Bupati Bogor Ade Yasin di kasus dugaan suap terhadap anggota BPK agar Kabupaten Bogor mendapat predikat WTP.

Dalam unggahan resmi akun @official.kpk dijelaskan bahwa tim KPK akan bergerak menciduk seseorang yang diduga melakukan korupsi setelah mengumpulkan informasi dan data yang lengkap. Normalnya, informasi tersebut berasal dari masyarakat atau barang bukti yang berkaitan dengan tindak pidana korupsi.

Setelah itu, KPK akan membawa terduga tindak pidana korupsi itu untuk dimintai keterangan. KPK memiliki waktu selama 1x24 jam untuk menetapkan orang tersebut menjadi tersangka tindak pidana korupsi.

Lalu, sejauh apa kiprah OTT KPK sejak awal mula hingga saat ini? Tercatat setidaknya KPK sudah melakukan 145 kali OTT sejak awal berdiri pada 2003. Setidaknya sudah ada 527 pihak yang sempat terjaring KPK.

Dalam infografis yang dipaparkan, disebutkan bahwa pihak yang terjaring OTT masih didominasi pria dengan jumlah 467 orang. Sedangkan hanya ada 60 perempuan yang sempat terjaring KPK.

Jika digali lebih dalam terkait pihak yang sering terjerat OTT, KPK menyimpulkan bahwa bidang swasta menjadi pihak yang kerap terjaring OTT. KPK mencatat setidaknya ada 189 orang pihak swasta yang terjaring OTT.

Setelah itu, aparatur sipil negara (ASN) atau pejabat badan usaha milik negara (BUMN) berada di urutan kedua. Tercatat KPK pernah menjaring 160 orang dari ASN maupun BUMN.

Sektor eksekutif dan legislatif juga tidak luput dari incaran OTT KPK. Kedua sektor pejabat publik juga disebut sering terkena OTT KPK. KPK merinci bahwa, dari 145 kali OTT, setidaknya ada 48 anggota legislatif, baik DPRD maupun DPR RI, yang pernah terjaring OTT. Kemudian, ada 53 wali kota atau bupati yang juga ikut terjaring.

Kemudian, KPK juga melaporkan setidaknya ada 5 gubernur yang pernah ikut dibawa dalam OTT KPK. Sementara itu, ada 2 menteri yang dilaporkan terkena OTT.

Jumlah cukup tinggi juga terlihat dari bidang kehakiman. Setidaknya KPK pernah menjaring 12 panitera, 19 hakim, 15 advokat, dan 10 jaksa dalam jerat tangkap tangan. Lalu, KPK juga melaporkan adanya 3 komisioner yang pernah terjaring KPK beserta 7 orang yang berstatus lain-lain.

Halaman selanjutnya terkait OTT Bupati Bogor

Simak Video 'Jalan Pintas Bupati Bogor Pengin Opini WTP Berujung OTT':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT