Pemerintah Dinilai Lamban, Wartawan Jadi Pemandu Bantuan
Selasa, 30 Mei 2006 20:40 WIB
Solo - Banyak bantuan yang belum diterima korban gempa Yogya. Pemerintah dianggap lamban dalam distribusi bantuan. Akhirnya banyak yang meminta bantuan wartawan."Kami melihat dan membaca pemberitaan banyak korban meminta-minta di jalanan. Mereka kelaparan, padahal bantuan berbagai pihak lewat Pemerintah terus masuk. Pasti ada yang salah dalam penanganannya."Perkataan itu masuk ke telepon genggam seorang wartawan yang sedang berada di lokasi korban gempa di Klaten. Peneleponnya adalah petinggi sebuah perusahaan multinasional yang bergerak di bidang IT.Selanjutnya penelepon itu meminta si wartawan menunjukkan desa mana saja yang belum menerima bantuan dari Pemerintah. Pertanyaan ini tidak gampang dijawab, karena sebagian besar korban belum mendapat bantuan apapun dari Pemerintah.Akhirnya si wartawan menunjuk nama beberapa desa yang mengalami kerusakan parah. Si penelepon berjanji akan segera mengirimkannya. Ternyata benar, esok paginya kiriman berupa makanan cepat saji dan peralatan tidur memang telah datang.Siangnya, si penelepon itu meminta lagi ditunjukkan desa lain yang masih menderita dan belum tersentuh bantuan. Begitulah, sambil keliling mencari berita, si wartawan tersebut menjadi 'pemandu' bantuan.Tidak cuma itu, di waktu yang hampir bersamaan sebuah perusahaan Jerman juga melakukannya. Dia juga meminta informasi kepada seorang wartawan di lapangan untuk memastikan kiriman bantuannya benar-benar tepat sasaran. Yang dikirimkan adalah makanan kering dan puluhan tenda.Sebuah organisasi oleh pernapasan di Jakarta, Selasa (30/5/2006), mengirim bantuan berbagai barang baik beras, lampu, minyak, mi instan hingga pembalut wanita. Pengirimannya dialamatkan ke sebuah yayasan di Solo.Kemana harus disalurkan? Ternyata mereka juga lebih percaya informasi wartawan daripada menitipkan kepada Pemerintah."Hari ini Presiden SBY dan Mantan Presiden Megawati ke Gantiwarno dan Wedi. Mungkin hari ini daerah itu telah 'diamankan sementara'. Kirim saja ke Bayat," jawab si wartawan yang ditelepon.Mekanisme seperti itu ternyata juga ditempuh paguyuban seniman di Solo yang sejak hari Minggu 28 Mei, terus menggalang dana bantuan untuk disumbangkan ke Klaten."Kami tanya ke wartawan yang kami percaya karena dia jelas berada di lapangan dan tahu kondisi," ujar koordinator aksi kemanusiaan Seniman Solo, Sosiawan Leak, kepada detikcom.Menurut Sosiawan, setiap malam mereka membeli barang kebutuhan pangan. Selanjutnya mereka menelepon wartawan untuk menanyakan ke desa mana bantuan besok diserahkan."Kami perlu drop langsung ke lokasi karena hingga saat ini bantuan lewat Pemerintah tidak didistribusikan," jelasnya.
(fay/)











































