Bongkar 4 Kasus Peredaran Narkoba, Polri Sita 121 Kg Ganja-238 Sabu Kg

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Rabu, 27 Apr 2022 12:50 WIB
Jakarta -

Bareskrim Polri bersama Polda Riau, Polda Aceh, dan Ditjen Bea Cukai membongkar empat kasus peredaran narkoba di sejumlah wilayah di Indonesia. Total barang bukti yang diamankan dalam 4 kasus tersebut adalah ganja seberat 121 kilogram dan sabu seberat 238 kilogram.

Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Krisno Halomoan Siregar menyampaikan kasus pertama, yakni peredaran narkotika jenis ganja yang terjadi di Aceh, merupakan jaringan Aceh-Medan. Tersangka yang ditangkap adalah SY alias S (29) selaku pengendali dan R alias U (47) selaku kurir.

"Tanggal 4 April 2022 ditahan dua orang yang dicurigai melakukan transaksi narkotika jenis ganja dengan TKP Jalan Nasional Blangkejeren Kutacane, Kampung Agusen, Kecamatan Biangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Aceh," ujar Krisno kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (27/4/2022).

Dalam kasus ini, Krisno menyebut pihaknya berhasil menyita ganja sebanyak empat karung dengan berat total 121,28 kilogram. Dalam kasus ini, ada dua tersangka yang masuk daftar pencarian orang (DPO), yakni tersangka berinisial I selaku kurir dan AB selaku pemilik barang.

"Modus operandi penjemputan narkotika jenis ganja melalui jalur darat dengan menggunakan angkutan pribadi," jelas dia.

Selanjutnya, kasus kedua yakni pengungkapan peredaran sabu jaringan Malaysia-Indonesia dengan barang bukti sebanyak 22 kilogram. Tersangka yang ditangkap dalam kasus ini ialah HP alias H (31) dan J (30) selaku kurir, juga F yang masuk DPO alias buron.

Krisno mengatakan penangkapan para tersangka dilakukan pada 8 April 2022 di Desa Beusamerano, Dusun Aman, Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur. Saat itu, penyidik mengamankan J yang menyimpan karung goni berisi sabu dengan berat 22 kilogram di dalam kamar sebuah gudang. Setelah itu, penyidik mengamankan HP.

"Modusnya ship to ship, menjemput narkoba di tengah laut perairan Malaysia dan mengangkut ke wilayah Indonesia," kata Krisno.

Kemudian, yang ketiga adalah peredaran gelap sabu jaringan Malaysia-Indonesia, yakni di Bengkalis, Riau. Penyidik berhasil menangkap empat tersangka yang berinisial MN (30) selaku kapten kapal pencari kurir, HA (37) selaku kurir yang mencari dan menyewa speedboat, MD (41) selaku kurir, dan AM alias AT (40) selaku pengendali, dengan barang bukti sabu seberat 47 kilogram.

"DPO inisial HK dari Malaysia dan A alias D dari Bengkalis," ujarnya.

Baca berita selengkapnya disini..