Tak Lapor Polisi, Tsamara Amany Protes Ancaman ala Nazi Bukan soal Kadrun

ADVERTISEMENT

Tak Lapor Polisi, Tsamara Amany Protes Ancaman ala Nazi Bukan soal Kadrun

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Rabu, 27 Apr 2022 11:54 WIB
Tsamara Amany Tetap Cari Duren Saat di New York
Tsamara Amany (Instagram @tsamaradki).
Jakarta -

Eks politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany berang dan mencolek polisi saat mendapat serangan berupa komentar dari sebuah akun di Instagram usai dirinya mengumumkan hengkang dari partai. Tsamara dilabeli 'kadrun' dan diancam bernuansa SARA terkait keputusannya tersebut.

Tsamara mengungkapkan alasannya mencolek polisi sesaat mendapati komentar serangan itu. Dia mengaku mencolek polisi bukan soal sebutan 'kadrun'. Hanya, dia melihat komentar itu mengarah pada ujaran kebencian atau hate speech rasialisme oleh salah satu pemilik akun Instagram.

"Saya mencolek bukan karena sekadar labelling-nya, tapi itu ujaran hate speech," kata Tsamara saat dihubungi, Rabu (27/4/2022).

Tsamara Amany mengungkit ancaman itu menyatakan hendak melakukan eksterminasi terhadap keturunan Arab di Indonesia seperti yang dilakukan Nazi Jerman di bawah pemerintahan Adolf Hitler. Dia menitikberatkan ancaman itu sudah mengarah pada kebencian dan ajakan kekerasan rasialisme.

"Kalau kita lihat di situ orang tersebut menyatakan mau mengirim seluruh keturunan Arab Indonesia ke eksterminasi, seperti Nazi. Ini persoalannya. Ini sudah mengarah ke kebencian dan ajakan kekerasan berbasis ras," kata mahasiswa Universitas New York tersebut.

Meski begitu, Tsamara enggan membawa komentar serangan itu ke ranah hukum. Menurutnya, hal itu hanya membuang energi. Alih-alih, dia berkomitmen terus memperjuangkan isu-isu perempuan.

"Saya tidak akan laporkan secara serius. Menghabiskan energi dan ada hal-hal lain seperti isu-isu perempuan yang harusnya jadi fokus kita," ujarnya.

Sebelumnya, viral cuitan Tsamara Amany yang menunjukkan dirinya mendapat 'serangan' usai keputusannya pamit dari PSI. Tsamara mendapat serangan berupa komentar dari sebuah akun di Instagram. Tsamara disebut kembali ke habitat aslinya sebagai kadrun oleh akun dimaksud.

Berikut ini bunyi komentar (ejaan sudah disesuaikan) yang diunggah Tsamara:

Dia kan genetikanya ada bau-bau gurun pasir jadi tidak betah dengan hal-hal yang berbau nasionalis jadi dia kembali ke habitat aslinya yaitu kadrun. Jika saya yang memegang otoritas tertinggi di Indonesia saya akan mengeluarkan dekrit untuk memerintah angkatan bersenjata kita untuk mengirim seluruh para keturunan imigran Arab Yaman tanpa reserveā€¬ yang ada di Indonesia untuk dikirim ke camp solusi final akhir dan saya pastikan akan jauh ekstrem apa yang pernah dilakukan Nazi Jerman terhadap orang Yahudi.

Tsamara begitu berang atas komentar tersebut. Mantan Ketua DPP PSI itu lalu mengunggah tangkapan layar (screenshot) komentar dimaksud di Twitter.

Screenshot komentar tersebut diunggah melalui akun Twitter pribadi Tsamara, @TsamaraDKI, seperti dilihat detikcom, Jumat (22/4/22). Dalam cuitan, Tsamara menganggap komentar tersebut menunjukkan fasisme.

Dalam cuitannya, Tsamara juga me-mention akun Divisi Humas Polri. Dia menganggap komentar dimaksud sudah keterlaluan.

"Halo, tolong @DivHumas_Polri. Ini keterlaluan. Bukan nasionalisme. Jelas fasisme," cuit Tsamara. Cuitan Tsamara telah disesuaikan dengan ejaan yang berlaku.

Simak juga video 'Perjalanan Politik Tsamara Amany Hingga Putuskan Keluar dari PSI':

[Gambas:Video 20detik]



(fca/gbr)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT