Presidensi G20 Jadi Komitmen Indonesia Perkuat Sistem Kesehatan Global

Nada Zeitalini Arani - detikNews
Selasa, 26 Apr 2022 11:41 WIB
Presidensi G20 Indonesia
Foto: Kemenkominfo
Jakarta -

Presidensi G20 tahun ini mengedepankan tiga isu prioritas, yakni arsitektur kesehatan global, transformasi digital dan ekonomi, serta transisi ekonomi berkelanjutan. Untuk isu kesehatan global Indonesia, akan mendorong tata kelola kesehatan yang lebih tangguh pascapandemi COVID-19.

Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Dirjen Kominfo) Usman Kansong menjelaskan pada presidensi G20 Italia tahun lalu, Indonesia sudah mengusulkan perlunya kebijakan terkait isu kesehatan global yang perlu dibahas pada Presidensi G20 Indonesia tahun ini.

Pandemi COVID-19 yang menghantam seluruh dunia membuat isu kesehatan menjadi sebuah urgensi di balik pertemuan tingkat tinggi pemimpin dunia ini. Oleh karena itu, pentingnya penguatan global health architecture, seperti kebijakan protokol kesehatan yang aman dan terstandardisasi secara internasional.

Tujuan Presiden Jokowi menekankan perhatian G20 terhadap isu kesehatan global adalah membangun dunia yang tahan terhadap pandemi dan berbagai guncangan ke depan. Itulah sebabnya Jokowi mengajak semua negara untuk memperkuat arsitektur kesehatan global, di antaranya dana, vaksin, obat, alat kesehatan, hingga tenaga kesehatan yang siap diterjunkan setiap saat.

"Indonesia bisa bekerja sama untuk menciptakan sistem kesehatan yang lebih tangguh, supaya masyarakat yang tinggal di daerah terpencil bisa mendapatkan akses layanan kesehatan lebih baik," ujar Usman dalam keterangan tertulis, Selasa (26/4/2022).

Vaksinasi menjadi salah satu langkah memperkuat arsitektur kesehatan global yang dijalankan setiap negara. Di akhir 2021 target vaksinasi global yaitu 40% populasi dunia.

Kemudian di pertengahan 2022 ini ditargetkan 70% vaksinasi. Meskipun jumlah produksi vaksin global mampu mencakup 70% populasi di dunia namun fasilitas kesehatan dan distribusi vaksin belum merata sehingga menimbulkan ketimpangan.

Misalnya di negara maju, fasilitas dan tenaga kesehatan sudah mumpuni sehingga proses vaksinasi berjalan cepat. Distribusinya pun terbilang lancar karena infrastruktur dan konektivitas yang baik.

Sehingga di negara maju saat ini, tingkat vaksinasinya telah mencapai lebih dari 80% bahkan ada yang telah mencapai 100%. Sementara di negara berkembang, kurangnya fasilitas dan infrastruktur membuat tingkat vaksinasinya masih rendah.

Jelang Presidensi G20, Indonesia berbangga karena menjadi salah satu negara berkembang yang sudah dapat melakukan vaksinasi sesuai dengan target yang ditetapkan. Di akhir 2021, vaksinasi COVID-19 di Indonesia hampir menyentuh 50% dari total populasi nasional.

Namun, dengan banyaknya negara berkembang mengalami kesulitan mencapai target vaksinasi menjadi tantangan untuk terus dipercepat. Sebab rendahnya vaksinasi akan menimbulkan kerentanan COVID-19 dan risiko penularan ke seluruh negara di dunia tetap masih ada.

G20 Tata Ulang Arsitektur Kesehatan Global

Tema Presidensi G20 'Recover Together, Recover Stronger' bertujuan untuk membangun kembali arsitektur kesehatan global yang lebih kuat dan dapat bertahan menghadapi krisis kesehatan di masa depan serta mempersiapkan generasi mendatang yang lebih baik.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa Kementerian Kesehatan selaku ketua Health Working Group telah menetapkan tema 'Menata Ulang Arsitektur Kesehatan Global'. Ada 3 isu prioritas yang diterapkan yaitu membangun ketahanan sistem kesehatan global, harmonisasi standar protokol kesehatan global serta memperluas manufaktur global, dan pusat pengetahuan untuk pencegahan pandemi, kesiapsiagaan, dan respons.

Lewat ketiga fokus tersebut, Indonesia berkomitmen untuk bekerja sama membangun pemulihan pandemi yang dipercepat dan kuat dengan tetap berpegang pada prinsip solidaritas, akuntabilitas, dan kesetaraan.

"Respons kolektif negara G20 akan menentukan jalannya pandemi saat ini dan masa depan. Hari ini adalah saat untuk mengubah arsitektur kesehatan global kita," tuturnya.

Oleh sebab itu, dalam semangat kemitraan Menkes mengajak para pemimpin G20 untuk terus berkolaborasi dalam membangun mekanisme global dalam pengumpulan sumber daya untuk pencegahan, kesiapsiagaan, dan respons pandemi, peningkatan kemampuan surveilans genomic (pelacakan dan pemantauan genom virus) secara global termasuk pemulihan sistem kesehatan yang lebih kuat dan berkelanjutan.

(ncm/ega)