ADVERTISEMENT

Duka Warga-Pedagang Gagal Mudik Lebaran Gegara Kebakaran Pasar Gembrong

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Selasa, 26 Apr 2022 12:03 WIB
Kebakaran Pasar Gembrong
Foto: Wilda/detikcom
Jakarta -

Kebakaran yang melanda Pasar Gembrong, Jakarta Timur (Jaktim), menyisakan duka mendalam bagi para korban. Terlebih momen Hari Raya Idul Fitri 2022, yang tinggal menghitung hari.

Misra (40), salah satu pedagang mainan yang punya kios di Pasar Gembrong, kini hanya bisa gigit jari. Sejumlah uang yang ditabung untuk mudik Lebaran tahun ini ludes dilalap api.

"Saya sudah nabung padahal. Buat mudik ke Cirebon. Sudah 2 tahun nggak bisa mudik, giliran sudah dibolehkan mudik, kena musibah kebakaran," kata Misra kepada saat diwawancarai di tenda pengungsian Pasar Gembrong, Selasa (26/4/2022).

Bagi pedagang mainan seperti Misra, bertahan untuk tetap bisa makan di tengah masa pandemi sudah seperti sebuah anugerah. Bagaimana tidak, pandemi dua tahun belakangan ini membuat keuangan keluarganya kian merosot.

"Saya itu berkali-kali bilang ke teman-teman saya 'bisa makan saja sudah syukur'. Jangankan mau beli ini-itu. Buat makan aja. Pokoknya selama COVID ini sepi pembeli," ujar Misra.

Di kala COVID-19 di Jakarta mulai melandai musibah itu datang. Padahal, menurut Misra, Hari Raya Idul Fitri adalah hari yang paling ditunggu-tunggu oleh pedagang mainan di Pasar Gembrong. Sebab, saat itu anak-anak baru saja menerima tunjangan hari raya (THR).

"Saya sedihnya di situ. Lebaran itu kan musim rame-ramenya. Tapi justru kena musibah. Nggak ada yang mau musibah ini. Rumah saya habis. Sekarang saya cuma sama anak saya. Biasanya kios itu ramai pembelinya kalau Lebaran," cerita Misra.

Korban kebakaran Pasar Gembrong lainnya bernama Lina (37) juga menuturkan hal serupa. Ibu dua anak itu kini terpaksa bertahan di tenda pengungsian.

Padahal, Lina dan keluarga sudah berencana mudik ke kampung halamannya di Indramayu, Jawa Barat. Rencana itu pupus sudah. Tidak ada barang milik Lina yang tersisa akibat kebakaran itu.

"Mudik rencananya. Tapi bagaimana? Sekarang saya sama keluarga di sini. Semuanya yang saya punya tinggal ini (baju). Barang-barang dan semua perabotan, uang udah habis," ucap Lina.

Lina berharap kondisi berat ini tidak berlarut-larut. Dia juga berharap pemerintah bisa memberi bantuan modal dan relokasi tempat tinggal.

"Semoga pemerintah bisa kasih bantuan modal sama dapat tempat tinggal aja. Kan kita nggak bisa terus di sini juga. Anak-anak buat sekolah dan keperluan lainnya masih ada," tutur Lina.

Kebakaran hebat sebelumnya melanda Pasar Gembrong, Jakarta Timur, Minggu (24/4). Pemadam Kebakaran mencatat jumlah korban terdampak, yakni 450 keluarga atau sekitar 1.000 jiwa.

"450 KK, 1.000 jiwa (5 RT) terdampak," kata Kasiops Damkar Jakarta Timur Gatot Sulaiman, dalam keterangannya, Senin (25/4).

Kebakaran hebat itu menghanguskan 400 bangunan rumah dan pertokoan di 5 RT di RW 01. Kerugian ditaksir mencapai Rp 1,5 miliar.

Dugaan sementara, kebakaran Pasar Gembrong disebabkan oleh korsleting listrik yang berasal dari rumah warga.

(rak/idn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT