Polisi Akan Panggil Korban Pungli Bripka SAS di Bogor: Kami Mau Minta Maaf

M Solihin - detikNews
Senin, 25 Apr 2022 20:57 WIB
Viral polisi di Bogor minta duit ke pelanggar lalu lintas langsung ditindak proram
Bripka SAS ditahan setelah viral pungli kepada pengendara motor di Bogor. (Dok. Istimewa)
Bogor -

Polresta Bogor Kota akan memanggil pemotor berinisial AD yang sempat dimintai uang sebesar Rp 2,2 juta oleh Bripka SAS hanya gara-gara motor yang dikendarainya tidak berspion. Polresta Bogor Kota akan memintai keterangan AD sekaligus menyampaikan permintaan maaf secara langsung.

"Saat sekarang ini Propam Polresta Bogor Kota akan berusaha menghubungi korban Ade dan saudaranya yang mengirimkan uang untuk kita ambil keterangan, sekaligus juga menyampaikan permohonan maaf," kata Ferdy kepada wartawan, Senin (25/4/2022).

Ferdy menambahkan, pemanggilan terhadap AD dan saudaranya juga dilakukan untuk dimintai keterangan guna menindaklanjuti proses hukum terhadap Bripka SAS.

"Serta menjelaskan bahwa terhadap laporan yang mereka sampaikan melalui media sosial sudah langsung ditindaklanjuti oleh Polresta Bogor," tambahnya.

Oknum anggota Polresta Bogor Kota berpangkat Bripka SAS yang bertugas di Polsek Tanah Sareal itu diduga melanggar prosedur saat menindak pemotor yang melanggar lalu lintas. Oknum berinisial SA meminta uang Rp 2,2 juta kepada pelanggar lalu lintas untuk kepentingan pribadinya. Aksi Bripka SAS kemudian viral di media sosial.

Penindakan tegas terhadap Bripka SAS langsung dilakukan. Unit Propam menjemput Bripka SAS dari rumahnya dan ditahan di sel khusus.

"Kemudian langsung dilakukan pemeriksaan dan langsung malam itu juga dilakukan pengamanan, berupa penempatan di ruangan khusus selama 7 hari ke depan, sambil menunggu proses persidangan komisi kode etik Polri," kata Ferdy.

Dari hasil pemeriksaan sementara, kata Ferdy, SAS telah mengakui perbuatannya. SAS mengaku nekat meminta sejumlah uang terhadap pelanggar lalin karena untuk kepentingan pribadi.

"Yang bersangkutan juga sudah mengakui perbuatannya, dan motif terperiksa ini melakukan perbuatannya tersebut karena untuk mencari keuntungan pribadi," ungkap Ferdy.

Ferdy juga mengungkapkan catatan buruk Bripka SAS yang sudah 3 kali melanggar.

"Dan memang, kita lihat dari catatan pelanggaran yang selama ini ditangani atau diproses oleh fungsi propam, setidaknya sudah 3 kali yang bersangkutan ini menjalani proses hukuman di sini," tambahnya.

(mea/mea)