ADVERTISEMENT

PPP 'Sentil' Masinton soal Kasus Migor Buat Danai Isu Tunda Pemilu

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Senin, 25 Apr 2022 14:19 WIB
Wasekjen PPP Achmad Baidowi
Ketua DPP PPP Achmad Baidowi (Zhacky/detikcom)
Jakarta -

Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PDIP Masinton Pasaribu mengungkapkan informasi dugaan korupsi pemberian izin ekspor minyak sawit mentah merupakan bentuk urun dana untuk membiayai wacana penundaan Pemilu 2024. Ketua DPP PPP Achmad Baidowi mengingatkan Masinton tak membuat gaduh dengan isu tersebut.

"Ya sebaiknya tidak membuat kegaduhan ya. Sebaiknya itu memang harus dibuktikan. Supaya tidak membuat kegaduhan-kegaduhan baru," kata Baidowi atau Awiek kepada wartawan, Senin (25/4/2022).

Menurut Awiek, isu penundaan pemilu hingga perpanjangan masa jabatan presiden sudah selesai. Sebab, Presiden Jokowi sudah menegaskan Pemilu 2024 tetap digelar sesuai jadwal.

"Apalagi soal isu perpanjangan (masa jabatan) presiden kan Presiden Jokowi sudah menegaskan pemilu akan berlangsung sesuai jadwal, tahapan pemilu sudah dimulai," ujar Awiek.

"Jadi sebaiknya tidak (bikin gaduh), ya boleh-boleh saja, tapi disesuaikan dengan bukti-bukti yang ada, jangan sampai publik diberikan kegaduhan-kegaduhan baru," katanya.

Kepada Masinton, Awiek berpesan agar informasi yang 'dinyanyikan' agar dibuktikan. Meski tak dilarang mengumbar informasi, namun menurut Awiek perlu dijelaskan kebenaran yang disebut-sebut Masinton.

"Kalau itu benar, silakan saja ungkap, seperti apa, tentu informasi-informasi yang didapatkan tentu harus disampaikan secara clear kepada publik," imbuhnya.

Nyanyian Masinton Pasaribu

Masinton Pasaribu yang mengaku memiliki informasi kasus dugaan korupsi pemberian izin ekspor minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) merupakan bentuk urun dana (fundraising) untuk membiayai wacana penundaan Pemilu 2024 sekaligus perpanjangan masa jabatan presiden.

"Ya saya ada informasi menyampaikan ke saya bahwa dia memberikan sinyalemen ya, menduga bahwa sebagian dari kelangkaan minyak goreng dan kemudian harganya dibikin mahal dan mereka mengutamakan ekspor karena kebutuhan fundraising. Untuk memelihara dan menunda pemilu itu," kata Masinton Pasaribu kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (23/4).

Simak video 'Masinton Ungkap Info Kasus Migor untuk Ongkosi Wacana Tunda Pemilu':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya:

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT