Masinton Nyanyi Info di Balik Kasus Migor, Senior PDIP: Ngeri-ngeri Sedap

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Senin, 25 Apr 2022 13:21 WIB
Hendrawan Supratikno (Andhika Prasetia/detikcom)
Hendrawan Supratikno (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Anggota DPR Masinton Pasaribu bicara soal informasi kasus dugaan korupsi ekspor minyak goreng (migor) merupakan bentuk pengumpulan dana untuk melancarkan isu penundaan Pemilu. Anggota DPR dari F-PDIP Hendrawan Supratikno yakin informan Masinton bukan kaleng-kaleng.

Politikus senior PDIP itu awalnya bicara kemampuan Masinton mengendus konspirasi oligarki. Menurut Hendrawan, radar Masinton memiliki jangkauan jauh.

"Daya endus anggota dewan berbeda-beda. Untuk urusan konspirasi oligarki, rekan Masinton punya radar dengan jangkauan jauh," kata Hendrawan kepada wartawan, Senin (25/4/2022).

Hendrawan mengibaratkan kemampuan Masinton tersebut dengan memori perangkat versi mutakhir dan tahan lama. Dia juga menyebut kemampuan Masinton itu sudah lama diasah.

"RAM-nya kuat, versi terkini dan berbaterai litium tahan lama," ujarnya.

Menurutnya, Masinton merupakan sosok yang dekat dengan para pemasok informasi penting. Dia pun yakin informan Masinton untuk isu kasus dugaan korupsi ekspor minyak goreng sebagai urun dana isu tunda pemilu bukan kaleng-kaleng.

"Sudah diasah sejak lama. Rajin bergaul dengan sumber-sumber informasi penting. Jadi bukan kelas kaleng-kalenglah," katanya.

"Ngeri-ngeri sedap," imbuhnya.

Sebelumnya, Masinton Pasaribu mengungkapkan memiliki informasi kasus dugaan korupsi pemberian izin ekspor minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) diduga merupakan bentuk urun dana (fundraising) untuk membiayai wacana penundaan pemilu sekaligus perpanjangan masa jabatan presiden.

"Ya saya ada informasi menyampaikan ke saya bahwa dia memberikan sinyalemen ya, menduga bahwa sebagian dari kelangkaan minyak goreng dan kemudian harganya dibikin mahal dan mereka mengutamakan ekspor karena kebutuhan fundraising. Untuk memelihara dan menunda pemilu itu," kata Masinton kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (23/4).

Anggota Komisi Keuangan dan Perbankan itu kemudian mengaitkan deklarasi dukungan terhadap ide '3 periode' yang dilontarkan sejumlah petani plasma. Mereka, kata Masinton, disebut sebagai binaan korporasi besar yang berkaitan dengan produksi minyak sawit mentah atau CPO.

"Kemudian ada deklarasi-deklarasi untuk perpanjangan masa jabatan presiden dari petani-petani plasma binaan korporasi besar. Background itu tadi dalami aja. Ya kalau saya sih mendengar ada sinyalemen ke sana. Saya cek-cek juga ya ada indikasi itu. Jadi sinyalemen kelangkaan minyak goreng kemudian harga-harga yang mahal ya ini kan dimanfaatkan betul," kata politikus PDIP itu.

"Tapi situasi di internasional harganya sedang tinggi kemudian kebutuhan dalam negerinya kenapa nggak dipenuhi, gitu loh, kan ada indikasi ke situ, ya untuk apa duitnya," lanjutnya.

Simak video 'Masinton Ungkap Info Kasus Migor untuk Ongkosi Wacana Tunda Pemilu':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.