Gerindra: Honor Rossa Profesional, Dana Korban Tanggung Jawab DNA Pro

Gibran Maulana - detikNews
Senin, 25 Apr 2022 13:40 WIB
Habiburokhman (Dok. Pribadi).
Habiburokhman (Dok. Pribadi)
Jakarta -

Partai Gerindra menegaskan honor kerja profesional penyanyi Rossa di acara DNA Pro tidak harus disita. Juru Bicara Partai Gerindra Habiburokhman menunggu penjelasan lengkap Humas Polri terkait penyitaan honor Rossa.

"Kami berharap Kabagpenum Divisi Humas Mabes Polri bisa memberikan pernyataan yang lebih lengkap terkait penyitaan honorarium penyanyi Rossa dalam kasus DNA Pro. Analisanya jangan hanya soal aliran dana tetapi harus lebih komprehensif," kata Habiburokhman dalam keterangannya, Senin (25/4/2022).

Habiburokhman menyebut sikapnya ini bukan berarti tidak berempati kepada korban DNA Pro. Habiburokhman mengaku hanya ingin polisi cermat dalam kasus ini.

"Dengan tidak mengabaikan empati kepada korban, kita tetap harus cermat membedakan mana pelaku kejahatan seperti penyelenggara DNA Pro dengan pihak lain yang tidak ada kaitan dengan manajemen DNA Pro seperti para artis yang memberikan jasa keartisan," ujar dia.

Habiburokhman menyebut uang hasil kerja profesional seperti Rossa tidak harus disita. Dia kemudian mengungkit perbandingan seperti kerja sopir hingga pengacara.

"Mereka ini nggak perlu mengembalikan uang karena mereka bekerja profesional menjual jasa. Sama seperti pengacara, arsitek, dokter, sopir atau pekerjaan jasa apapun, maka orang yang memakai jasa mereka ya harus membayar. Untuk itu, perlu dibuktikan dengan adanya kontrak," ujar Habiburokhman.

Anggota Komisi III DPR RI ini menegaskan pengembalian dana para korban sepenuhnya tanggung jawab DNA Pro. Artis yang bekerja secara profesional, kata dia, berhak atas honor yang dibayarkan, berbeda dengan artis-artis yang hanya menerima dana secara cuma-cuma.

"Perlu dicatat bahwa dengan tidak adanya pengembalian dana dari artis yang menjual jasa seperti penyanyi Rossa maka pengembalian dana para korban menjadi tanggung-jawab para penyelenggara DNA Pro," ujar Habiburokhman.

"Sementara para artis yang menerima dana tanpa melakukan prestasi atau kerja apa pun harus mengembalikan dana karena tidak memiliki hak atas dana tersebut," katanya.

Penjelasan Polri

Polri menjelaskan alasan Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim menyita uang Rp 172 juta dari Rossa. Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Gatot Repli Handoko mengungkapkan honor yang diterima para artis itu berasal dari hasil kejahatan DNA Pro.

Maka dari itu, dia meminta agar membiarkan penyidik bekerja terlebih dahulu.

"Honor dari mana uangnya? Dari hasil kejahatan DNA Pro kan. Itu kan uang ilegal. Makanya kita laksanakan dulu proses hukum yang sedang berjalan ini saja dulu," kata Gatot.

Simak video 'Rossa Serahkan Honor Rp 172 Juta dari DNA Pro ke Polisi':

[Gambas:Video 20detik]



(gbr/tor)