Survei Litbang Kompas: Pemerintah Lebih Fokus IKN Dibanding Ekonomi Rakyat

Tim detikcom - detikNews
Senin, 25 Apr 2022 13:13 WIB
Warga menjemur pakaian di teras rumahnya yaitu pemukiman yang berada dalam Kawasan Inti Pusat Pemerintahan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Selasa (15/3/2022). Kawasan Inti Pusat Pemerintahan IKN Nusantara seluas 6.671 hektare itu rencananya akan terbagi menjadi tiga klaster, yaitu klaster kawasan inti pemerintahan, klaster pendidikan, dan klaster kesehatan. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/nym.
Kawasan inti pusat pemerintahan IKN Nusantara. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta -

Lembaga Survei Litbang Kompas merilis survei bertajuk penanganan masalah kebutuhan pokok pada di bulan puasa. Mayoritas responden setuju terhadap pernyataan soal pemerintah yang lebih fokus membangun IKN Nusantara dibanding kondisi ekonomi masyarakat.

Jejak pendapat yang dilakukan Litbang Kompas pada 5-9 April 2022 melalui sambungan telepon. Dalam survei ini, responden sebanyak 504 dengan usia minimal 17 tahun dari 34 provinsi.

Sampel survei ditentukan secara acak berdasarkan responden panel Litbang Kompas sesuai proporsi jumlah penduduk setiap provinsi. Tingkat kepercayaan survei ini mencapai 95%. Nirpencuplikan (margin of error) +- 4,37% dalam kondisi penarikan sampel acak sederhana. Namun demikian, kesalahan di luar pencuplikan sampel mungkin saja terjadi.

Litbang Kompas melempar 8 pertanyaan soal kesulitan membeli kebutuhan pokok hingga pembangunan IKN. Berikut ini hasil survei Litbang Kompas:

1. Dalam seminggu terakhir apakah Anda pernah mengalami kesulitan membeli kebutuhan pokok?
Tidak 29%
Sulit karena langka 11,6%
Sulit karena mahal 27,6%
Sulit karena langka dan mahal 31,8%

2. Apakah Anda terdampak kenaikan harga BBM nonsubsidi?
Tidak terdampak 22,3%
Ya, terdampak sebagai pengguna pertamax 49,5%
Ya, terdampak secara tidak langsung 28,2%

3. Mampu atau tidak mampukah pemerintah memastikan ketersediaan bahan pokok di bulan puasa ini?
Tidak tahu 2,7%
Mampu 53,5%
Tidak mampu 43,8%

4. Mampu atau tidak mampukah pemerintahan Presiden Joko Widodo mengendalikan kenaikan harga bahan pokok di bulan puasa ini?
Tidak tahu 1,2%
Tidak mampu 66,3%
Mampu 32,5%

5. Yakin atau tidak yakinkah Anda pemerintah akan memastikan daya beli masyarakat pada kebutuhan pokok?
Tidak tahu 3,1%
Yakin 50,8%
Tidak yakin 46,1%

Simak juga video 'Sri Mulyani Sebut Pemulihan Ekonomi Global Alami Tekanan Sangat Berat':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya: