Dinilai Prematur, Praperadilan MAKI Vs Kemendag soal Minyak Goreng Ditolak!

Zunita Putri - detikNews
Senin, 25 Apr 2022 11:53 WIB
Sidang Gugatan Praperadilan MAKI Vs Mendag
Sidang Gugatan Praperadilan MAKI Vs Mendag (Dok detikcom)
Jakarta -

Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (Jakpus) menolak gugatan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) yang meminta Mendag M Lutfi menetapkan tersangka mafia minyak goreng. Hakim menilai gugatan itu prematur.

"Mengadili, menolak permohonan para pemohon praperadilan. Menetapkan biaya perkara dalam perkara ini nihil," ujar hakim ketua saat membacakan putusan di PN Jakpus, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (25/4/2022).

Hakim mengatakan MAKI mengajukan gugatan saat proses penyidikan sedang berlangsung. Menurut hakim, seharusnya MAKI menunggu proses penyidikan selesai dan, jika ada masalah, barulah mengajukan gugatan praperadilan.

"Menimbang bahwa apabila suatu pernyataan yang demikian sudah disimpulkan telah dilakukan proses, atau serangkaian tindakan oleh penyidik... ketertiban atau sistem prosedur hukum akan terganggu karena setiap orang yang mempunyai dugaan saja akan dapat mengajukan praperadilan terhadap suatu peristiwa yang masih dalam bentuk pernyataan seharusnya menunggu dilakukan penyelidikan atau penyidikan, bila tidak dilanjutkan oleh penyidik atau penyelidik baru dimungkinkan dilakukan praperadilan," jelas hakim.

"Berdasarkan penilaian hukum di atas maka permohonan para pemohon mengajukan praperadilan sangat prematur. Oleh karena itu, permohonan para pemohon haruslah ditolak," lanjut hakim.

Diketahui, MAKI mengajukan gugatan praperadilan terhadap Menteri Perdagangan (Mendag) M Lutfi agar menetapkan tersangka mafia minyak goreng. Ada sejumlah permohonan MAKI dalam gugatan ini.

"Memerintahkan Termohon segera melakukan penetapan tersangka atas Tindak Pidana Perlindungan Konsumen dan Tindak Pidana Perdagangan atas peristiwa langka dan mahalnya minyak goreng yang diduga dilakukan oleh mafia minyak goreng," kata Koordinator MAKI, Boyamin Saiman, dalam petitum gugatannya, Senin (28/3).

MAKI menduga hilang dan mahalnya minyak goreng di pasar diduga dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab melakukan penimbunan. Oknum-oknum tersebut diduga mempermainkan stok dan harga minyak goreng hingga masyarakat kesulitan mendapatkannya di pasaran. Dia mengatakan Mendag telah menyampaikan mekanisme dugaan penimbunan minyak goreng yang dilakukan oleh calon tersangka adalah sebagai berikut:

- minyak curah subsidi dilarikan ke industri menengah atas
- minyak goreng curah subsidi dikemas ulang menjadi minyak goreng premium
- minyak goreng curah subsidi dilarikan ke luar negeri

(zap/dhn)