Aktivitas Perekonomian di Yogya Masih Lumpuh

Aktivitas Perekonomian di Yogya Masih Lumpuh

- detikNews
Selasa, 30 Mei 2006 08:05 WIB
Yogyakarta - Sampai hari ini, aktivitas perekonomian di Yogyakarta masih lumpuh. Sejumlah toko dan warung makan di pinggir jalan Kota Yogyakarta masih tutup.Di sejumlah pasar tradisional belum semua pedagang berjualan. Hal ini disebabkan para pedagang yang sebagian besar dari Bantul ikut tertimpa bencana.Seperti pantauan detikcom, Selasa (30/5/2006) pagi ini di Pasar Prawirotaman, Jl Parangtritis, Pasar Sentul di Jl Sultan Agung, dan Pasar Lempuyangan di Jl Hayam Wuruk.Sejumlah kios pedagang masih tutup. Belum banyak pedagang sayur mayur yang berjualan di pinggir jalan maupun di kios pasar.Situasi pasar masih relatif sepi bila dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya.Bahkan di sejumlah kios yang menjual daging sapi masih tutup karena para pemasok yang sebagian besar dari Desa Segoroyoso, Kecamatan Plered, juga merupakan korban gempa.Desa Segoroyoso adalah desa pemasok daging sapi potong terbesar di wilayah Bantul dan Yogyakarta.Meskipun ada kios yang buka namun karena persediaan barang kebutuhan yang masih terbatas, tidak bisa memenuhi kebutuhan warga.Situasi di Pasar Prawirotaman masih lumpuh karena sebagian kios di bagian belakang hancur. Pedagang terpaksa hanya berjualan di depan pasar atau sepanjang Jl Parangtritis.Menurut Suwartini (50), warga Mangkuyudan, Kecamatan Mantrijeron, untuk mencari sejumlah sayuran masih susah bahkan beberapa harga sembako ikut naik. Misalnya ayam potong yang biasanya dijual sekitar Rp 13.000-14.000 per kg kini naik Rp 25.000 per kg.Harga telur ayam yang biasanya Rp 6.000-7.000 per kg, saat ini naik hingga Rp 9.000 per kg. Cabe rawit naik sekitar Rp 2.000 per kg menjadi Rp 5.000 per kg. (ddn/)


Berita Terkait