Trump Cabut Diam-diam dari Turki Usai Ancaman Iran Meninggi

Trump Cabut Diam-diam dari Turki Usai Ancaman Iran Meninggi

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 11 Agu 2026 22:26 WIB
Presiden Trump Jatuhkan Sanksi Terhadap Turki Atas Invasi Militernya
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (Foto: DW News)
Ankara -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump diam-diam meninggalkan Turki menggunakan penerbangan rahasia usai menghadiri KTT NATO pada Juli lalu. Bahkan, rombongan wartawan kepresidenan pun tidak menyadari bahwa Trump tidak berada di dalam pesawat yang sama.

Langkah tersebut dilakukan di tengah dugaan adanya ancaman pembunuhan dari Iran terhadap Trump, saat konflik kedua negara masih berkecamuk.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Informasi ini, sebagaimana dilansir Anadolu Agency dan Reuters, Selasa (11/8/2026), dilaporkan oleh media terkemuka AS, The Washington Post, yang mengutip keterangan seorang pejabat AS serta sejumlah sumber yang mengetahui penerbangan rahasia Presiden AS tersebut.

Trump pada saat itu terbang ke Ankara, Turki, menggunakan pesawat jet hadiah dari Qatar yang telah dimodifikasi menjadi Air Force One baru. Namun, ketika meninggalkan Turki, ia menggunakan pesawat Air Force One versi lama yang sempat memicu pertanyaan publik.

Laporan The Washington Post mengungkapkan bahwa Trump awalnya memang tampak menaiki pesawat jumbo kepresidenan AS, Air Force One versi lama, di hadapan kamera televisi di Ankara.

Namun, beberapa menit kemudian, Trump dipindahkan secara diam-diam ke dalam pesawat militer jenis C-32A milik Angkatan Udara AS yang berukuran lebih kecil dengan bantuan truk katering bandara.

U.S. President Donald Trump speaks with Turkish President Recep Tayyip Erdogan during a formal arrival at the Bestepe Presidential Compound at the NATO summit in Ankara, Turkey, Tuesday, July 7, 2026.     Emrah Gurel/Pool via REUTERSPertemuan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden AS Donald Trump di Turki (Foto: via REUTERS/Emrah Gurel)

Manuver tersebut, sebut The Washington Post dalam laporannya, sengaja dirancang untuk menyembunyikan keberadaan Presiden AS dari publik, wartawan, hingga sejumlah staf Gedung Putih. Saat itu, Gedung Putih secara terbuka mengklaim bahwa Trump berada di dalam Air Force One.

Menurut The Washington Post, operasi pengelabuan semacam ini dipicu oleh adanya ancaman kredibel terhadap keselamatan Trump. Operasi penerbangan rahasia ini dilakukan sehari setelah AS kembali melancarkan serangan udara ke Iran menyusul kegagalan negosiasi antara kedua negara.

Trump mengunjungi Ankara untuk menghadiri KTT NATO pada 7-8 Juli bersama para pemimpin dunia lainnya ketika ancaman dari Teheran muncul. Pada saat itu, para wartawan dalam rombongan kepresidenan menduga mereka terbang bersama Trump menggunakan Air Force One lama.

Padahal, pesawat tersebut difungsikan sebagai pengecoh. Selain rombongan wartawan, sejumlah staf Gedung Putih juga meyakini Trump berada di dalam pesawat yang sama.

Pesawat militer C-32A yang membawa Trump terbang ke Inggris untuk mengunjungi pangkalan militer setempat dan mendarat sekitar pukul 22.20 waktu setempat. Sementara itu, pesawat Air Force One yang membawa rombongan wartawan tiba di lokasi yang sama beberapa menit kemudian.

U.S. President Donald Trump attends a meeting of the North Atlantic Council (NAC) during the NATO leaders' summit in Ankara, Turkey, July 8, 2026. REUTERS/Yves HermanDonald Trump saat menghadiri KTT NATO (Foto: REUTERS/Yves Herman)

Belum diketahui secara pasti bagaimana proses pemindahan kembali Trump dari C-32A ke pesawat Air Force One. Rombongan wartawan yang mendampingi Trump melaporkan bahwa Presiden AS itu terlihat turun dari tangga pesawat Air Force One pada pukul 22.56 waktu Inggris.

Saat dimintai konfirmasi mengenai terungkapnya penerbangan rahasia ini, Gedung Putih menyampaikan pernyataan dari Direktur Komunikasi Steven Cheung yang membela langkah-langkah pengamanan tersebut.

"Sebagaimana disampaikan Presiden baru-baru ini, ada banyak musuh Amerika yang mengincar dirinya, dan kami mengerahkan segala sarana yang tersedia untuk menghadapi ancaman-ancaman tersebut," kata Cheung dalam pernyataannya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pentagon belum memberikan tanggapan resmi.

Lihat Video Trump Diam-diam Pindah Pesawat Pakai Truk Katering di Turki gegara Iran

Halaman 2 dari 3
(isa/azh)


Berita Terkait