Bappenas Gandeng PBNU Entaskan Masalah Kemiskinan

Atta Kharisma - detikNews
Sabtu, 23 Apr 2022 20:10 WIB
Kementerian PPN/Bappenas gandeng PBNU entaskan kemiskinan.
Foto: dok. PPP
Jakarta -

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan sekaligus Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas Suharso Monoarfa bekerja sama dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam rangka mengentaskan kemiskinan ekstrem yang ada di Indonesia.

Kerja sama itu ditandatangani oleh Suharso bersama Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dalam agenda Peringatan Nuzulul Qur'an di Pondok Pesantren Daarul Rahman, Jakarta Selatan, Jumat (22/4).

Suharso menjelaskan pengentasan kemiskinan ekstrem merupakan salah satu tugas berat yang tengah dihadapi bangsa Indonesia. Menurutnya, masyarakat yang mengalami kemiskinan ekstrem adalah mereka dengan penghasilan di bawah USD 1,9 per hari.

"Di Indonesia hari ini, penduduk yang kategorinya miskin ekstrim itu, kira-kira 10,5 juta jiwa dan pada 2019 jumlah itu menurun. Namun setelah terjadi COVID-19 kembali naik. Alhamdulillah pada tahun lalu jumlah tersebut kita bisa turunkan kembali," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (23/4/2022).

Ia menargetkan di tahun 2024 mendatang, jumlah 10,5 juta orang miskin ekstrem tersebut dapat turun hingga menjadi 1%. Suharso mengaku ini merupakan tugas berat yang membutuhkan kerja sama dari semua pihak, termasuk PBNU.

"Dengan demikian, para Nahdliyin di semua tingkatan akan bersama-sama dengan Bappenas untuk bersama-sama mengatasi kemiskinan ekstrem," tuturnya.

Suharso memaparkan ada dua pendekatan untuk melakukan penanganan kemiskinan di Indonesia. Pertama, membantu warga untuk meningkatkan daya beli atau dengan cara memberikan bantuan langsung. Kedua, melakukan pemberdayaan yang dilakukan melalui kerja sama antara Bappenas dan PBNU.

"Kami berharap, mudah-mudahan kemiskinan ekstrem di Tanah Air, bisa kita turunkan bersama. Sebab mereka semua ada di seluruh pelosok Tanah Air, dengan bentuk yang beragam," ungkapnya.

Sementara itu Yahya Cholil Staquf mengatakan kerja sama dengan Bappenas tersebut merupakan agenda yang krusial dan penting karena menyangkut upaya PBNU dalam melaksanakan amanat UUD 1945, yakni fakir miskin dipelihara oleh negara.

"Kerja sama ini merupakan agenda yang sungguh-sungguh bertujuan untuk menangani kemiskinan ekstrem yang ada di tanah air khususnya di kalangan warga Nahdliyin. Insyaallah kerja ini akan kita kerjakan dengan sebaik-baiknya," terangnya.

Ia menilai kelak juga akan ada agenda jangka panjang SDGs (pembangunan berkelanjutan) yang mana merupakan agenda jangka panjang sampai sekian tahun mendatang.

"Ini semua adalah upaya NU, wujud dari pelaksanaan tanggung jawab NU kepada bangsa, negara dan seluruh rakyat Indonesia," pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut, hadir Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Rahman KH Syukron Ma'mun. Rais 'Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Katib 'Aam PBNU KH Akhmad Said Asrori beserta jajaran syuriyah PBNU yang lain, Sekretaris Jenderal PBNU H Saifullah Yusuf, Wakil Ketua Umum PBNU Habib Hilal Al-Aidid, KH Zulfa Musthofa, H Nizar Ali, ketua PBNU H Amin Said Husni, Alissa Wahid, Miftah Faqih, beserta jajaran pengurus lainnya.

(prf/ega)