ADVERTISEMENT

Menebak Penyebab Tsamara Diserang Sana-sini Usai Keluar PSI

Matius Alfons - detikNews
Sabtu, 23 Apr 2022 16:22 WIB
Tsamara Amany
Tsamara Amany (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Eks kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany diserang sejumlah pihak mulai kadrun hingga 'antek Yaman' setelah keluar dari PSI. Lantas apa sebetulnya alasan Tsamara Amany diserang?

Direktur Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menduga diserangnya Tsamara oleh netizen imbas selama berada di PSI. Dia menyebut sikap PSI yang selalu bersikap ekstrem dalam berpolitik, khususnya kepada pihak nonpemerintah.

"Sepertinya efek dari PSI yang juga sering terlihat bersikap ekstrem dalam politik. Selalu hitam putih melihat sesuatu. Apalagi selama ini PSI keras ke pihak nonpemerintah," kata Adi saat dihubungi, Sabtu (23/4/2022).

Dia menduga bully-an kepada Tsamara belakangan ini merupakan akumulasi dari sikap politik Tsamara selama ini. Dia menyebut sepak terjang Tsamara di PSI-lah yang menjadi salah satu alasan ramai disorotnya Tsamara setelah keluar dari PSI.

"Iya. Mungkin juga itu efek dari sepak terjang politik PSI selama ini. Jadi bully-an ke Tsamara akumulasi dari itu semua," ucapnya.

Pakar Politik Adi PrayitnoPakar politik Adi Prayitno (Foto: dok. Istimewa)

Selain itu, Adi menyebut netizen Indonesia yang pada dasarnya kasar juga jadi alasan. Apa pun alasan Tsamara keluar, netizen akan mem-bully dirinya.

"Netizen kita itu terkenal norak dan kasar. Tak perlu tahu persis motif Tsamara ke luar PSI langsung di-bully dan dimaki. Bahkan dituduh kadrun. Sebutan yang sangat menyakitkan. Ini menjadi penanda tegas residu Pemilu 2019 malu tak pernah hilang," ujarnya.

Selain itu, menurutnya, ada pembelahan ekstrem yang memang terjadi di masyarakat. Wajar, kata dia, jikalau Tsamara yang keluar dari partai pendukung pemerintah, akhirnya dituduh sebagai kadrun yang notabene sebutan bagi kelompok yang berseberangan dengan pemerintah.

"Efek pembelahan ekstrem. Netizen mudah saja menghakimi Tsamara dengan sebutan aneh-aneh. Paling gampang dituduh kadrun, sebentar lagi bakal dituduh radikal intoleran, sebutan bagi siapapun sosok yang berada di luar kekuasaan. Noraknya lagi yang terbelah itu cuma netizen yang tak ada dapat untung apa pun. Paling hanya terus memupuk kebencian satu dengan yang lainnya. Sementara partai politik yang jelas bermusuhan saat pilpres malah saling berangkulan bagi-bagi jatah kekuasaan," tuturnya.

Meski begitu, dia menyarankan agar Tsamara tidak bersikap berlebihan menanggapi hal tersebut. "Cuekin saja. Kecuali kalau bully-annya ekstrem dan SARA. Kalau cuma dikatain kadrun, perkara biasa. Sudah banyak orang dikatain kadrun, radikal, intoleran, di negara ini bersikap biasa. Tak perlu baper juga. Anggap saja itu salam indah perpisahan dari netizen bagi Tsamara yang tak lagi berpolitik. Sudah banyak contohnya," imbuhnya.

Simak serangan kepada Tsamara Amany di halaman berikutnya.

Saksikan Video 'Perjalanan Politik Tsamara Amany Hingga Putuskan Keluar dari PSI':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT