KKP Gandeng Angkasa Pura II Beri Edukasi Karantina Ikan di Neptune TV

Inkana Izatifiqa R Putri - detikNews
Sabtu, 23 Apr 2022 14:59 WIB
KKP
Foto: dok. KKP
Jakarta -

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggandeng PT Angkasa Pura II untuk mengedukasi masyarakat tentang proses karantina dan pengujian mutu produk perikanan yang menjadi syarat utama ekspor-impor.

Adapun edukasi tersebut berupa tayangan dokumenter yang disiarkan melalui kanal Neptune TV. Mengangkat judul 'Borderline Ekspor Impor', dokumenter KKP membahas tentang proses ekspor-impor produk perikanan melalui Bandara Soekarno-Hatta. Hal ini meliputi penerbitan sertifikasi produk perikanan dan ikan hidup, proses uji sampel di laboratorium, program percepatan ekspor, hingga upaya menghadapi eksportir melalui layanan teknologi.

"Sertifikat itu menjelaskan bahwa ikan maupun produk perikanan yang tercantum di dalamnya misalnya udang, tuna, kakap atau ikan hidup seperti kepiting, lobster, ikan hias, dinyatakan bebas dari hama penyakit ikan karantina, kemudian juga memenuhi syarat mutu," jelas Plt. Kepala BKIPM Hari Maryadi dalam keterangan tertulis, Sabtu (23/4/2022).

Selain itu, dokumenter ini juga menjelaskan soal mekanisme pemusnahan produk perikanan impor yang tak sesuai ketentuan. Salah satunya yang terkontaminasi bakteri atau parasit. Sebab jika diizinkan beredar, produk tersebut dapat mengancam kesehatan konsumen dan berpotensi merusak ekosistem perikanan.

Sementara itu, Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin merespons positif kerja sama ini dalam mengedukasi masyarakat terkait proses ekspor-impor produk perikanan. Tak hanya itu, dirinya juga mendukung kolaborasi lain yang dapat meningkatkan eksistensi produk perikanan Indonesia di pasar global.

"Kami dari PT Angkasa Pura II sangat mendukung sekaligus mendorong kolaborasi bersama KKP, dalam hal ini BKIPM. Sehingga pekerjaan-pekerjaan yang bisa disinergikan dapat dimaksimalkan dengan memanfaatkan fasilitas infrastruktur dan sumber daya yang dimiliki masing-masing pihak," ucapnya.

"Harapan kita bersama, produk-produk perikanan Indonesia ke depan semakin maju, semakin dikenal di pasar global," imbuh Awaluddin.

Di sisi lain, Asisten Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Doni Ismanto menilai konten Neptune TV memang dioptimalkan untuk memberi literasi terkait perkembangan sektor kelautan dan perikanan ke masyarakat.

"Film ini berusaha menumbuhkan kesan mendalam tentang sinergi antara KKP dalam hal ini satuan kerja BKIPM dengan perangkat dan infrastruktur di Bandara Soekarno-Hatta dalam memberikan pelayanan karantina serta mutu produk perikanan. Kita ingin masyarakat tahu di balik pelayanan yang prima ada orang-orang hebat dan penuh dedikasi yang bekerja keras," katanya.

Melalui dokumenter ini, ia berharap masyarakat dapat meningkatkan pengelolaan produk perikanan sesuai kaidah karantina dan mutu dalam melakukan ekspor melalui bandara. Sinergi ini juga diharapkan dapat mengedukasi masyarakat terkait produk-produk perikanan yang dilarang untuk diperdagangkan.

"Upaya penyelundupan dengan berbagai media baru selalu ada. Dengan literasi yang tinggi kita harapkan masyarakat makin sadar akan tanggung jawabnya terhadap lingkungan dan hukum," pungkasnya.

Sebagai informasi, dokumenter 'Borderline Ekspor Impor' dapat disaksikan secara gratis di akun YouTube KKP, aplikasi video MAXstream dan layanan IndiHome pada kanal Neptune TV.

(prf/ega)