ADVERTISEMENT

LaNyalla Minta Pemerintah Gerakkan Roda Ekonomi untuk Atasi Kemiskinan

Ahlu Dzikri - detikNews
Jumat, 22 Apr 2022 18:54 WIB
LaNyalla Mahmud Mattalitti
Foto: DPD
Jakarta -

Kemiskinan merupakan salah satu pemicu permasalahan sosial yang banyak terjadi di masyarakat, Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mendesak pemerintah agar meningkatkan pergerakan ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat.

"Kemiskinan itu menjadi pemicu terhadap masalah-masalah sosial lainnya. Oleh sebab itu, saya minta pemerintah bersikap, salah satunya dengan memaksimalkan pergerakan roda perekonomian," kata LaNyalla dalam keterangan tertulis, Jumat (22/4/2022).

LaNyalla mencontohkan sejumlah kasus yang muncul akibat dari dampaknya kemiskinan di antaranya kasus bunuh diri dengan cara menggantung diri atau menenggak racun.

"Ada juga penganiayaan terhadap anak dan istri yang beberapa hari belakangan terjadi dan diberitakan berbagai media. Pelaku yang mengalami tekanan psikologis akibat himpitan ekonomi dan kesulitan," ucap LaNyalla.

"Bahwa kemiskinan menjadi pemicu kekerasan, kejahatan, penganiayaan, bunuh diri serta kejahatan lainnya," lanjutnya.

LaNyalla juga mengatakan kasus seorang ibu yang mengajak anak-anaknya bunuh diri tak terlepas dari masalah kemiskinan. Menurutnya kondisi seperti ini seharusnya menjadi warning bagi pemerintah.

"Atau korban pinjol yang gantung diri karena terlilit utang, atau kasus-kasus lainnya yang dipicu dari masalah ekonomi tidak dapat dianggap masalah kecil," pungkasnya.

Mantan Ketua Umum PSSI ini mengatakan, ada beberapa faktor yang mempengaruhi ketidakmampuan pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan.

"Selain kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat kecil, ada juga peran sebagian kelompok kecil yang memiliki uang besar yang mengendalikan sirkulasi uang, menguasai dan mempermainkan harga pasar bahkan monopoli komoditi kebutuhan masyarakat," katanya.

"Pemerintah terkesan membiarkan semua itu terjadi hingga menjadi penguasaan yang besar terhadap yang kecil," katanya.

LaNyalla menambahkan pemerintah menjadikan pengusaha kecil dan masyarakat miskin menjadi objek dari permainan sehingga bagi orang kecil ini menjadi sulit untuk melakukan pergerakan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga. Bahkan untuk makan sehari-hari saja menjadi masalah besar.

"Maka tak heran hal itu memicu rasa frustasi yang berujung dengan langkah bunuh diri. Ini mengerikan jika keadaan terus menerus dan dibiarkan terjadi," ujarnya.

(fhs/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT