ADVERTISEMENT

Bacakan Tuntutan di Kantor Anies, Koalisi Warga-Polisi Sempat Adu Mulut

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Jumat, 22 Apr 2022 13:24 WIB
Debat Koalisi Perjuangan Warga Jakarta dan polisi di teras Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (22/4/2022).
Foto: Warga dan polisi berdebat di depan kantor Gubernur DKI Anies Baswedan (Tiara Aliya Azzahra/detikcom)
Jakarta -

Koalisi Perjuangan Warga Jakarta (KOPAJA) sempat berdebat dengan polisi ketika menggeruduk Balai Kota DKI Jakarta. Adu mulut terjadi lantaran koalisi warga membacakan isi tuntutan penuntasan 9 permasalahan krusial tepat halaman kantor Gubernur Anies Baswedan.

Pantauan detikcom di lokasi pada Jumat (22/4/2022), massa yang merupakan perwakilan koalisi warga memadati Pendopo Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Mereka membawa sejumlah poster berisikan sindiran terhadap Anies Baswedan.

Perwakilan warga hendak menyerahkan Surat Peringatan (SP) 1 kepada Anies Baswedan. Sebagai informasi, SP 1 ini berisikan tentang tuntutan penuntasan 9 permasalahan krusial di DKI Jakarta dalam 6 bulan terakhir sebelum masa kepemimpinannya berakhir pada Oktober mendatang.

Sebagai informasi, perwakilan warga yang datang terdiri dari Penggugat CLS Udara, KIARA hingga Warga Nelayan Muara Angke. Mereka didampingi oleh LBH Jakarta.

Debat Koalisi Perjuangan Warga Jakarta dan polisi di teras Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (22/4/2022).Foto: Debat Koalisi Perjuangan Warga Jakarta dan polisi di teras Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (22/4/2022). (Tiara Aliya Azzahra/detikcom)

Sebelum surat itu diserahkan, mereka membacakan terlebih dahulu di depan kantor Anies. Melihat kerumunan massa, aparat polisi menghampiri untuk membubarkan massa.

"Tolong ya, ini nggak ada pemberitahuan di sini," kata polisi kepada perwakilan warga.

"Pak, sebentar saja Pak," jawab perwakilan LBH Jakarta yang mendampingi warga.

"Sampeyan (anda) sudah minta waktu, saya kasih 15 menit," balas polisi itu.

"Dulu waktu zaman Pak Jokowi kagak begitu," saut warga lainnya.

"Pak jangan sampai Pemprov terlihat membatasi warga. Ini bukan LBH, Pak. Ini kepentingan warga," sambung perwakilan LBH.

Tak lama setelah itu, seorang yang mengaku sebagai perwakilan Pemprov DKI datang menghampiri warga. Dia meminta supaya warga pindah ke luar Balai Kota.

"Tolong dengar saya, ini Pak Gubernur lagi ada tamu. Kalau minta tolong di luar dulu boleh?" ucap perwakilan Pemprov DKI.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

Saksikan juga 'Saat Anies Sebut 10 Cara Mewujudkan Jakarta Jadi Kota Global':

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT