Bivitri Susanti Masih Pikir-pikir Laporkan Pembajak Akun Instagramnya

Tim Detikcom - detikNews
Jumat, 22 Apr 2022 13:23 WIB
Dua orang ahli dihadirkan untuk menjadi saksi dalam sidang lanjutan Uji Formil UU KPK. Dua orang ahli itu yakni Zainal Arifin Mochtar dan Bivitri Susanti.
Bivitri Susanti (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Akun Instagram dan WhatsApp milik pakar hukum tata negara Bivitri Susanti diretas sejak Rabu (20/4/2022) malam, terdapat postingan yang melecehkan pribadinya hingga ajakan tidak usah ikut demo. Bivitri kini masih pikir-pikir untuk melapor ke polisi.

"Saya belum memutuskan mau lapor apa enggak, karena menurut saya ini bukan persoalan orang-orang pribadi, tapi sudah menjadi modus setiap mau ada demonstrasi besar pasti mahasiswa atau pun dosen atau siapa saja yg aktif itu pasti ada yang kena seperti ini (peretasan)," kata Bivitri saat dihubungi detikcom, Jumat (22/4/2022).

Bivitri lalu menyoroti pemerintah yang dinilai kurang melindungi hak informasi pribadi setiap warga negara. Sebab menurutnya setiap ada agenda demonstrasi besar sejumlah aktivis mengalami peretasan.

"Jadi buat saya ini bukan persoalan saya sendiri, tapi persoalan bagaimana negara gagal melindungi hak atas informasi dan juga perlindungan data pribadi dari para aktivis, harusnya yang namanya aktivis justru dapat perlindungan dari negara, nah jadi buat saya ini sudah sistematis, gitu," ucap Bivitri.

"Makanya saya masih ragu apakah mau melapor atau tidak, karena kalau buat saya, lapor nggak lapor gampang ya, saya juga dosen hukum, tapi buat saya ini persoalan sistematis yang harusnya ditangani oleh negara juga secara sistematis, nggak boleh lagi setiap mau ada demonstrasi terus banyak yang diretas seperti ini," tuturnya.

Bivitri mengaku dirugikan atas peretasan akunnya itu. Sebab saat akun Instagramnya di-hack, terdapat postingan yang tidak sesuai dengan kehendaknya seperti ajakan tidak usah ikutan demo hingga postingan yang seolah-olah memfitnah dirinya membuka jasa prostitusi.

"Ya (postingan soal open BO) dan juga pernyataan politik yang beda dengan yang saya biasanya sampaikan biasanya," kata Bivitri.

Bivitri mengaku hingga saat ini dia masih berupaya memulihkan kembali akun Instagram dan WhatsApp pribadinya. Kini akun Instagram Bivitri telah hilang karena dilaporkan oleh rekan-rekannya. Namun sebelum hilang, akun Bivitri sempat membuat tulisan yang tidak sesuai dengan pandangan pribadinya.

"Instagram saya itu sempat mem-post beberapa infografik yang dibuatnya secara serius yang saya nggak mungkin bikin, tapi kata-katanya itu berlawanan dengan pandangan saya selama ini. Misalnya 'buat apa sih besok mahasiswa demo', terus 'bubarkan FPI bubarkan HTI', pokoknya hal-hal yang biasanya nggak saya sampaikan," kata Bivitri, saat dihubungi detikcom kemarin.

Saat itu, rekan-rekan Bivitri langsung turut membantu melaporkan akun Bivitri yang sedang diretas. Bivitri juga merasa jengkel dengan salah satu postingan peretas akun Instagramnya yang memfitnah dia seolah-olah membuka jasa prostitusi.

"Langsung teman-teman report akun Instagram itu, tapi sekarang udah hilang akunnya, tapi sempat dia tulis kurang ajar sekali dibilangnya 'menerima BO short term, long term', terus di kasih nomor HP saya. Nomor HP saya yang asli di pajang di situ, dibilangnya 'bisa pesan BO'," ungkapnya.

(yld/fjp)