Kalla Bantah Rebutan Pengaruh dengan SBY di Yogya
Senin, 29 Mei 2006 18:30 WIB
Jakarta - Wapres Jusuf Kalla membantah tudingan adanya persaingan pengaruh antara dirinya dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam penanganan tanggap darurat gempa Yogyakarta dan Jateng. "Presiden tentu harus melihat langsung ke sana karena bencana ini termasuk besar. Itu wajib," tegas Kalla di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (29/5/2006). Selaku Ketua Bakornas, Kalla juga tidak merasa kewenangannya diserobot SBY. Buktinya semalam ia memimpin langsung rakor Bakornas. Hasilnya pun telah disampaikannya pada Presiden dalam pembicaraan telepon pagi ini. Keputusan SBY yang memindahkan Kantor Presiden dari Jakarta ke Istana Negara Gedung Agung di Yogyakarta untuk sementara waktu agar dapat memimpin langsung proses tanggap darurat menurut Kalla adalah hal yang tepat. Ia kemudian mencontohkan Presiden AS, George W. Bush, yang melakukan hal serupa di New Orleans saat negara bagian tersebut dilanda bencana badai Katrina pada Agustus tahun lalu. "Bush juga tinggal di sana beberapa hari, meski korban meninggal hanya sekitar seribu orang," imbuh JK. Wapres juga menyatakan banyaknya anggota kabinet yang diboyong SBY ke Yogya juga dalam rangka memperlancar proses tanggap darurat. Di sana setiap menteri bekerja di lapangan sesuai fungsinya masing-masing, tidak sekedar mendampingi kunjungan presiden. "Jadi yang datang sesuai fungsinya. Tidak ada yang namanya ramai-ramai," ujarnya.
(ddn/)











































