ADVERTISEMENT

Waketum MUI Minta Polisi Tangkap Pencuri Data Pengguna Aplikasi Azan-Salat

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Kamis, 21 Apr 2022 07:48 WIB
Waketum MUI Anwar Abbas
Waketum MUI Anwar Abbas (mui.or.id)
Jakarta -

Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya mengungkap ada 11 aplikasi azan dan Al-Qur'an yang mencuri data pengguna. Waketum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas meminta polisi menangkap para pelaku pencuri data yang memanfaatkan aplikasi azan dan Al-Qur'an tersebut.

"Mencuri dalam Islam merupakan sebuah perbuatan tercela. Hukumnya adalah haram," kata Anwar Abbas kepada wartawan, Rabu (20/4/2022).

MUI juga mengimbau para pelaku untuk menjauhi dan tidak melakukan pencurian data. Anwar Abbas mengingatkan semua perbuatan yang dilakukan bakal diadili di pengadilan Tuhan.

"Dan kepada masyarakat luas diimbau agar lebih berhati-hati agar jangan sampai data-data yang mereka miliki dicuri oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab tersebut," ujar Anwar Abbas.

Anwar Abbas juga meminta pihak berwajib dan berwenang untuk memberikan petunjuk agar masyarakat tak dirugikan. Tokoh Muhammadiyah itu menuturkan petunjuk pihak kepolisian dan para ahli penting untuk menjaga ketenangan di masyarakat.

"Untuk itu, agar tercipta ketenangan dan ketertiban di tengah-tengah masyarakat, kita berharap kepada pihak kepolisian dan para ahli agar dapat memberi petunjuk dan tuntunan kepada masyarakat luas agar hal-hal yang tidak diinginkan tersebut tidak terjadi menimpa diri mereka," ucapnya.

Agar tidak menimbulkan keresahan masyarakat, menurut Anwar Abbas, juga diperlukan penegakan hukum yang tegas. Dia meminta polisi menangkap para pelaku pencurian data tersebut.

"Di samping itu kita juga meminta kepada pihak kepolisian agar dapat menangkap mereka-mereka yang telah membuat keresahan dan ketakutan serta kecemasan di tengah-tengah masyarakat, agar masyarakat luas bisa hidup dengan tenang serta terhindar dari hal-hal yang tidak mereka inginkan tersebut," kata Anwar Abbas.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya:

Simak juga Video: Kominfo Ingatkan 'Kunci' Agar Platform Digital Terhindar dari Peretasan

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT