ADVERTISEMENT

Dear Pak Jaksa Agung, Siapa Lagi Mafia Minyak Goreng yang Bakal Diusut?

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Rabu, 20 Apr 2022 14:33 WIB
Jaksa Agung ST Burhanuddin
Jaksa Agung ST Burhanuddin saat konferensi pers penetapan tersangka kasus perizinan ekspor CPO. (Firda Cynthia Anggrainy/detikcom)
Jakarta -

Jaksa Agung ST Burhanuddin membawa kabar mengejutkan tatkala mengumumkan Dirjen Perdagangan Luar Negeri pada Kementerian Perdagangan (Kemendag) Indrasari Wisnu Wardhana sebagai tersangka dugaan korupsi pemberian fasilitas ekspor crude palm oil (CPO) atau bahan baku minyak goreng. Setelah ini, siapa lagi mafia minyak goreng yang bakal diusut Pak Jaksa Agung?

Dugaan korupsi ekspor minyak goreng itu diketahui sejak akhir 2021. Bermula ketika adanya fenomena kelangkaan minyak goreng yang melanda Tanah Air. Akibat kelangkaan itu, pemerintah melalui Kemendag mengambil kebijakan menetapkan domestic market obligation (DMO) dan harga eceran tertinggi. Namun, dalam pelaksanaannya, perusahaan ekspor minyak goreng tidak melaksanakan kebijakan pemerintah itu.

"Maka pemerintah melalui Kementerian Perdagangan telah mengambil kebijakan untuk menetapkan DMO serta DPO (domestic price obligation) bagi perusahaan yang ingin melaksanakan ekspor CPO dan produk turunannya serta menetapkan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng sawit," papar Burhanuddin saat konferensi pers di kantornya, Selasa (19/4/2022).

"Namun, dalam pelaksanaannya, perusahaan eksportir tidak memenuhi DPO namun tetap mendapatkan persetujuan ekspor dari pemerintah," imbuhnya.

Kejagung pun mengusut kasus ini. Penyidikan terus berlanjut hingga mengumumkan para tersangkanya. Mereka adalah Dirjen Perdagangan Luar Negeri pada Kementerian Perdagangan (Kemendag) Indrasari Wisnu Wardhana, Master Parulian Tumanggor selaku Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia, Stanley MA selaku Senior Manager Corporate Affair Permata Hijau Grup (PHG), dan Picare Togare Sitanggang selaku General Manager di Bagian General Affair PT Musim Mas.

Burhanuddin menilai perbuatan keempat tersangka mengakibatkan kerugian negara. Tak hanya itu, Burhanuddin menegaskan merekalah yang juga menjadi penyebab minyak goreng langka.

"Perbuatan para Tersangka tersebut mengakibatkan timbulnya kerugian perekonomian Negara (mengakibatkan kemahalan serta kelangkaan minyak goreng sehingga terjadi penurunan konsumsi rumah tangga dan industri kecil yang menggunakan minyak goreng dan menyulitkan kehidupan rakyat)," jelas Burhanuddin.

Para tersangka diduga melanggar Pasal 54 ayat (1) huruf a dan ayat (2) huruf a, b, e, dan f Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.

Jaksa Agung ST Burhanuddin mengaku akan mengusut siapapun jika ada bukti tanpa pandang bulu. Selengkapnya simak penjelasannya di halaman berikutnya.

Simak Video 'Permainan Migor di Kemendag Terkuak, Jokowi: Usut Tuntas!':

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT