Lion Air Jelaskan Kronologi Rekrutmen Pegawai Timbulkan Kerumunan di Tangerang

Khairul Ma'arif - detikNews
Selasa, 19 Apr 2022 21:55 WIB
Tangerang -

Membeludaknya pelamar kerja Lion Air di Neglasari, Kota Tangerang, beberapa waktu lalu membuat proses seleksi diagendakan ulang. Pihak Lion Air membeberkan kronologi dari rekrutmen pegawai yang berujung kerumunan di Tangerang itu.

Corporate Communications Strategic of Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro mengatakan seleksi ulang ini dilakukan dimulai dari seleksi administrasi. Menurutnya, semua berkas lamaran yang datang pada Sabtu lalu diterima untuk dilakukan penyeleksian administrasi.

"Pertama kita memutuskan untuk melakukan seleksi administrasi atas dasar terima kasih dari antusiasme dari tenaga kerja atau calon pelamar," katanya kepada wartawan di Tangerang, Selasa (19/4/2022).

Ia membeberkan saat itu pihaknya memperkirakan hanya ada sekitar 200 pelamar kerja yang akan datang. Tetapi, pada kenyataannya saat itu yang datang mencapai sekitar 1.500 pelamar kerja.

Danang menjelaskan langsung memutuskan seleksi administrasi karena menghargai ribuan pelamar yang datang saat itu. Ia mengaku keputusan itu diambil sebagai bentuk percepatan atau keputusan yang tetap memperhatikan mulai dari keamanan, kenyamanan, dan kesehatan lingkungan sekitar.

"Pada waktu itu ada 1.500 pelamar kami tetap terima dan kami lakukan proses administrasi terlebih dahulu. Dengan adanya percepatan tersebut kita minta pengumpulan semua berkas, akan menjadikan percepatan untuk teman-teman calon pelamar itu kembali ke tempatnya masing-masing. Setelahnya kita lakukan seleksi administrasi," ucapnya.

Ia menjelaskan seleksi administrasi ini nantinya akan dikelompokkan berkas pelamar kerja tersebut. Menurutnya, awalnya walk interview itu dengan target 200 orang, nantinya, itu dilakukan dengan metode dibagi menjadi dua gelombang.

"Jadi perlu kami sampaikan, proses secara fisik dengan target 200 yang dibagi nanti per gelombang 100-100, itu untuk menentukan walk interview," bebernya.

"Namun, dengan jumlah yang datang tinggi, prosesnya kami ganti dengan tahapan seleksi administrasi. Semua berkasnya masuk, kami terima. Itu sudah kami lakukan secara bertahap proses entry data sesuai data sesuai dengan kategori-kategori yang ada menurut CV mereka," imbuh Danang.

Danang menjelaskan proses seleksi administrasi dengan jumlah berkas yang banyak ini menjadi faktor pihaknya membutuhkan waktu. Nantinya, berkas lamaran itu akan dikelompokkan berdasarkan jenis satu kualifikasi tersebut.

"Sehingga tetap bisa secara objektif menurut ketentuan-ketentuan sesuai dengan jumlah kualifikasi yang dibutuhkan," tuturnya.

Danang menyebut memang dalam agenda kemarin tersebut tidak ada koordinasi dari pihak aparat keamanan setempat. Menurutnya ini yang menjadi bahan evaluasi pihaknya ke depan usai dipanggil Satgas COVID-19.

"Iya (tidak ada kordinasi), kalau berdasarkan dari pelaksanaan sebelumnya terkait koordinasi dengan pihak tersebut (keamanan sekitar). Itu menjadi evaluasi kami jumlah yang hadir sesuai dengan target awal, yaitu 200 peserta," sebutnya.

Sementara itu, Kapolsek Neglasari Kompol Putra Pratama yang pada saat itu membubarkan keramaian tersebut menegaskan tidak melarang proses perekrutan tersebut. Ia hanya menyayangkan bahwa tidak adanya koordinasi dari pihak Lion Air saat melakukan perekrutan.

"Sekali lagi kami tidak melarang kegiatan rekrutmen ini, kami hanya meminta prosesnya dilaksanakan dengan persiapan yang lebih baik agar tidak mengganggu hak masyarakat lain sebagai pengguna jalan," ungkapnya.

"Ribuan masyarakat pencari kerja yang hadir tidak mampu diantisipasi oleh panitia penyelenggara sehingga membeludak ke jalan umum dan menyebabkan kemacetan parah. Pada saat kejadian Kapolsek Neglarasi memerintahkan untuk proses rekrutmen dihentikan total untuk diganti ke hari lain dengan persiapan yang lebih baik lagi atau dilaksanakan secara online," tambah Putra.

(drg/drg)