ADVERTISEMENT

Perspektif

Balap Lari Salurkan Energi Muda-mudi, Mampu Kurangi Tawuran hingga Klithih?

Danu Damarjati - detikNews
Selasa, 19 Apr 2022 14:32 WIB
Pemenang balap lari yang digelar sejumlah remaja di kawasan Stadion Wibawa Mukti Kabupaten Bekasi dihadiahi sejumlah uang. (dok Istimewa)
Pemenang balap lari yang digelar sejumlah remaja di kawasan Stadion Wibawa Mukti Kabupaten Bekasi dihadiahi sejumlah uang. (dok Istimewa)

Lantas apakah bisa balap lari mengurangi tawuran hingga klithih? Sebagaimana pemahaman umum yang biasa dimengerti, energi berlebih dalam diri anak muda perlu disalurkan ke hal-hal positif supaya tidak tumpah ke hal-hal kriminal semacam tawuran. Hal-hal positif itu termasuk juga aktivitas olahraga.

Sosiolog dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Profesor Sunyoto Usman, pesimistis balap lari dapat mengurangi tawuran hingga klithih. Soalnya, tawuran terjadi dilatarbelakangi problem sosial yang mengakar.

"Balap lari liar dan kriminalitas adalah dua perkara yang berbeda. Saya kira agak sulit mencari korelasinya. Tidak serta merta dapat disalurkan (dari kriminal ke balap lari)," kata Sunyoto Usman kepada detikcom, Rabu (19/4/2022).

Sunyoto melihat balap lari liar sebagai hobi anak muda belaka. Di sisi lain, kriminalitas adalah perbuatan melanggar hukum. Perbuatan kriminal tidak muncul serta-merta tanpa latar belakang konkret.

"Biasanya dikaitkan dengan kemiskinan dan pengangguran," kata dia.

Apalagi klithih, fenomena sosial di Yogyakarta. Klithih sudah semakin meresahkan warga. "Klithih mula-mula hanya mengisi waktu luang (bermakna positif), kemudian menjadi negatif ketika digunakan untuk menunjukkan identitas 'kehebatan' geng, menyerang siapa saja yang ditemui di jalan," tutur Sunyoto.

"Klithih semakin kompleks karena melibatkan orang luar, bukan sekadar kenakalan, tapi sudah menjadi geng yang meresahkan," ujarnya.

Balap lari liar di jalanan Kota SemarangBalap lari liar di jalanan Kota Semarang (Foto: dok. Istimewa)

Sosiolog Universitas Hasanuddin (Unhas) Ramli AT menyikapi balap lari liar yang kini sedang tren di Makassar. Ramli melihat fenomena tersebut sebagai kebutuhan aktualisasi dan hiburan pemuda selama Ramadan namun tak tidak didukung prasarana perkotaan yang memadai.

"Kemunculan fenomena balap lari liar ini bisa dilihat sebagai tidak bertemunya dua kondisi, yaitu adanya kebutuhan aktualisasi diri dan hiburan serta terbatasnya prasarana perkotaan untuk menyalurkannya," kata Ramli kepada detikSulsel, Senin (18/4) kemarin.

Sementara itu, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto mengatakan pihaknya bakal menggelar lomba balap lari di tengah tren balap lari liar saat bulan Ramadan. Dia berjanji akan memfasilitasi aktivitas yang kini marak dijadikan ajang taruhan sejumlah anak muda itu.

"Saya minta buat balap lari satu kota. Kita sponsori. Kita support," tutur Danny saat dihubungi detikSulsel, Minggu (17/4).


(dnu/tor)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT