ADVERTISEMENT

Komisi V DPR Kunker ke IKN, Legislator Soroti Akses ke Daerah Penyangga

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 19 Apr 2022 04:25 WIB
Komisi V DPR kunker ke titik nol IKN, Penajam Paser Utara, Kaltim, Senin (18/4/2022).
Foto: Komisi V DPR kunker ke titik nol IKN. (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Komisi V DPR RI melakukan kunjungan kerja (kunker) ke titik nol ibu kota negara (IKN) di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Ada sejumlah aspek yang disoroti Komisi V DPR, salah satunya soal pengembangan infrastruktur penghubung IKN dengan daerah penyangga.

Kunker ke titik nol IKN digelar kemarin, dan diikuti sejumlah anggota Komisi V DPR, antara lain Irwan, Novita Wijayanti, Syarief Abdullah Alkadrie dan Muhammad Aras. Dalam kunjungannya, rombongan komisi infrastruktur DPR itu didampingi sejumlah pejabat kementerian/lembaga terkait, seperti Kepala Badan Otorita IKN Bambang Susantono dan Pj Bupati Penajam Paser Utara Hamdan.

Skema perencanaan pembangunan IKN menjadi aspek yang disoroti Komisi V DPR. Irwan menekankan skema perencanaan pembangunan IKN harus memuat rencana pengembangan daerah penyangga IKN, seperti peningkatan infrastruktur jalan dan jembatan.

"Peningkatan kuantitas dan kualitas infrastruktur pendukung konektivitas, seperti jalan dan jembatan, serta dukungan ketersediaan sarana dan prasarana dasar, seperti instalasi pengolahan air bersih, sanitasi, dan perumahan," kata Irwan dalam keterangannya, Senin (18/4/2022).

Irwan menekankan, sebagai kawasan yang mengusung konsep smart city, pembangunan infrastruktur moda transportasi di IKN juga harus terintegrasi, termasuk soal rencana pengembangannya. Anggota DPR dapil Kaltim itu juga meminta agar pemerintah tak mengabaikan soal potensi dampak sosial dari pembangunan IKN.

"Komisi V DPR akan mengawal pembangunan IKN agar bisa dilaksanakan sesuai yang telah direncanakan," katanya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan IKN akan memiliki sarana transportasi yang lengkap, salah satunya bandara. Bandara yang nantinya berlokasi di Penajam Paser Utara itu diklaim mampu didarati pesawat berbadan besar, seperti Boeing 777.

"Melihat situasi di lapangan dan pengalaman membangun Bandara YIA yang ukurannya sama, itu bisa dilaksanakan," ucap Menhub dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR, Senin (4/4/2022).

(zak/isa)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT