Kejagung Bakal Periksa Prajurit Aktif Terkait Kasus Satelit Kemhan

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Senin, 18 Apr 2022 11:07 WIB
Stok Ilustrasi Kejagung
Kejagung RI (Dhani Irawan/detikcom)
Jakarta -

Tim penyidik koneksitas pada Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Militer (Jampidmil) Kejagung masih memeriksa saksi-saksi kasus dugaan korupsi proyek pengadaan satelit slot orbit 123 derajat Bujur Timur (BT) pada Kementerian Pertahanan tahun 2012 hingga 2021. Penyidik akan memanggil beberapa prajurit TNI aktif untuk diperiksa sebagai saksi.

"Iya, akan kita periksa yang terkait dengan kasus satelit tersebut. Masih banyak saksi yang akan kita periksa termasuk beberapa prajurit aktif," kata Direktur Penindakan Jampidmil Kejagung Brigjen Edy Imran kepada wartawan, Senin (18/4/2022).

Edy menerangkan, pihaknya akan terus memeriksa saksi-saksi, baik dari kalangan sipil maupun militer yang terkait dengan kasus ini. Penyidik, kata Edy, saat ini tengah mengumpulkan alat bukti untuk membuat terang benderang kasus ini dan menentukan tersangkanya.

"Masih pemeriksaan terhadap para saksi. Setelah selesai pemeriksaan saksi dan sudah cukup bukti perbuatan melawan hukumnya, maka baru kita menetapkan tersangka. Pemeriksaan terhadap para saksi, baik saksi sipil maupun militer. Nanti akan diinfokan bila sudah ada penetapan tersangka," ujar Edy.

Dalam kasus ini, Kejagung telah mencegah beberapa orang ke luar negeri, yaitu Dirut PT Dini Nusa Kusuma (PT DNK) Surya Witoelar (SW), Presiden Direktur PT Dini Nusa Kusuma (DNK) berinisial AW. Tak hanya itu, seorang WNA bernama Thomas van der Heyden juga turut dicekal.

Sebagaimana diketahui, kasus bermula saat satelit Garuda-1 keluar dari slot orbit 123 derajat Bujur Timur (BT) sehingga terjadi kekosongan pengelolaan oleh Indonesia pada 19 Januari 2015. Berdasarkan peraturan International Telecommunication Union (ITU), negara yang telah mendapat hak pengelolaan akan diberi waktu tiga tahun untuk mengisi kembali slot orbit. Apabila tidak dipenuhi, hak pengelolaan slot orbit akan gugur secara otomatis dan dapat digunakan oleh negara lain.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.