Ada Penataan Kota Tua, Pemprov DKI Lakukan Rekayasa Lalin Mulai Hari Ini

Karin Nur Secha - detikNews
Senin, 18 Apr 2022 10:22 WIB
dok. Pemprov DKI Jakarta
Foto: dok. Pemprov DKI Jakarta
Jakarta -

Kawasan Kota Tua di Jakarta Barat (Jakbar) bakal ditata ulang. Pemprov DKI Jakarta pun melakukan rekayasa lalu lintas di sekitar kawasan Kota Tua.

"Rekayasa lalu lintas akan dilakukan dalam dua tahapan pengerjaan," ujar Kadishub DKI Jakarta Syafrin Liputo saat dimintai konfirmasi, Senin (18/4/2022).

Tahap pertama, yaitu 18-25 April 2022 dan tahap kedua nantinya pada 26 April hingga selesai.

"Lokasi pekerjaan di Kawasan Kota Tua meliputi Jalan Kali Besar Utara, Jalan Kali Besar Timur, Jalan Kemukus, Jalan Ketumbar, Jalan Lada, Jalan Lada Dalam, dan Jalan Jembatan Baru," jelas Syafrin.

Rekayasa lalu lintas akan dilakukan di tujuh ruas jalan tersebut. Nantinya, lalu lintas di Jalan Kemuskus akan dibagi menjadi menuju Jalan Ketumbar, Jalan Lada satu lajur dan Jalan Lada dalam satu lajur.

"Jalan Kemuskus, Jalan Ketumbar, Jalan Lada, dan Jalan Lada dalam pedestrian plaza, lalu lintas di Jalan Lada Dalam menjadi dua lajur," ucapnya.

"Diimbau kepada para pengguna jalan agar menghindari ruas jalan tersebut dan menyesuaikan aturan lalu lintas yang ditetapkan, mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan mengikuti petunjuk petugas di lapangan," sambungnya.

dok. Pemprov DKI JakartaFoto: dok. Pemprov DKI Jakarta

Sebelumnya, Kawasan Kota Tua saat ini sedang memasuki proses revitalisasi. Pemprov DKI Jakarta akan membuat desain Kota Tua seperti pada 1627.

"Nanti akan didesain seperti pada saat 1627 sampai tahun 1632," ujar Kepala Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta Hari Nugroho dalam webinar bertajuk 'Geliat Infrastruktur DKI Selama Pandemi', Senin (23/8/2021).

Salah satu kawasan yang didesain berlokasi di Jalan Lada yang dulu dikenal dengan sebutan 'Kanal Macan'. Di sana, nantinya dibuat tipologi dari jalur pedestrian di kawasan tersebut.

"Namun kita seolah-olah kita kembalikan ke sejarah yang lama, yaitu pada tahun 1627 sampai 1632 dan 1650 sampai 1657 karena pada tahun tersebut memang menjadi spirit prince. Artinya esensi Kota Tua memang jadi kebanggaan kita pada zaman di Batavia dulu," kata Hari.

Nantinya, kawasan tersebut akan difasilitasi dengan berbagai tempat duduk bagi para pengunjung. Selain itu, di kawasan itu akan diterapkan LEZ (low emission zone) yang nantinya tidak boleh ada kendaraan melintas selain TransJakarta.

"Nanti kita akan bangun pedestrian senyaman mungkin jadi orang ke Kota Tua itu mereka akan nyaman berjalan maupun ada street furniture-nya, baik ada plaza-plaza maupun tempat duduknya. Nanti akan kita integrasikan kereta apinya dari Kemenhub," jelas Hari.

"Nanti tidak ada lagi kendaraan yang masuk ke Kota Tua selain bus TransJakarta dan di situ akan menjadi plaza atau tempat pejalan kaki seperti di kota-kota atau negara Eropa lainnya yang maju," sambungnya.

(ain/haf)