Pria Mabuk Bawa Parang Serang Pos Koramil di Maybrat, Pelaku Ditembak

Farih Maulana Sidik - detikNews
Minggu, 17 Apr 2022 22:54 WIB
Pria penyerang Posramil di Maybrat, Papua Barat
Pria penyerang Posramil di Maybrat, Papua Barat (Foto: dok. istimewa)
Jakarta -

Seorang pria mabuk bernama Frangky Nauw (50) menyerang Pos Koramil (Posramil) di Kampung Suswa, Distrik Mare, Kabupaten Maybrat, Papua Barat. Pelaku pun dilumpuhkan karena melukai komandan koramil.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu (17/4/2022) pukul 01.47 WIT. Pelaku penyerangan merupakan warga Kampung Nafasi Distrik Mare dan merupakan Ketua Bamuskam Nafasi, Kabupaten Maybrat.

"Kejadian bermula ketika pelaku yang sedang dalam keadaan mabuk lari ke arah Posramil Mare dengan membawa parang. Ia menuju Posramil beserta sejumlah orang yang juga sama-sama dalam kondisi mabuk," kata Kapendam XVIII/Kasuari, Kolonel Arm Hendra Pesireron dalam keterangan tertulisnya hari ini.

Lalu saat pelaku mendekat ke Posramil, Danposramil Letda Inf Damanik beserta anggota yang sedang melaksanakan siaga berusaha memberikan peringatan dengan kata-kata agar tidak mendekat. Akan tetapi, pelaku tetap bersikeras maju sambil membawa parang, sehingga salah satu anggota Posramil memberikan tembakan peringatan pertama ke arah atas.

"Peringatan tersebut tidak dihiraukan oleh pelaku dan tetap maju menuju Posramil, sehingga diberikan tembakan peringatan kedua ke arah tanah. Peringatan kedua tersebut juga masih tidak dihiraukan, sehingga pelaku tetap maju dan naik ke tangga pos sambil mengayunkan parang ke Danramil yang berada kurang lebih satu meter dari pelaku," ucapnya.

"Melihat kondisi genting tersebut, anggota Posramil langsung melakukan tindakan melumpuhkan pelaku dengan tembakan ke arah kaki dan mengenai mata kaki kanan. Pelaku akhirnya berhenti dan diamankan anggota Posramil. Beberapa orang lain yang datang bersama pelaku akhirnya melarikan diri," tambahnya.

Hendra mengatakan usai diamankan, pelaku selanjutnya diberikan pertolongan medis untuk menghentikan pendarahan. Kini, kejadian itu sedang diselidiki oleh pihak yang berwenang.

"Dan wilayah tersebut dijaga oleh aparat agar masyarakat tetap tenang dan kondisi wilayah kondusif," imbuhnya.

(fas/aik)