Waket MPR Ajak Masyarakat RI Ingat Kembali Semangat KTT Asia-Afrika

Yudistira Perdana Imandiar - detikNews
Minggu, 17 Apr 2022 21:45 WIB
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat
Foto: MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menyatakan semangat Konferensi Asia Afrika harus menjadi inspirasi bangsa Indonesia dalam proses membangun karakter kebangsaan. Harapannya setiap warga negara mampu berperan aktif dalam menghadapi setiap tantangan global.

"Kita memiliki sejarah yang membanggakan ketika dunia dikuasai pengaruh negara adidaya, Indonesia menggalang persatuan negara-negara di Asia dan Afrika pada tahun 1955 untuk mengimbanginya," kata Lestari dalam keterangannya, Minggu (17/4/2022).

Ia mengulas Konferensi Tingkat Tinggi Asia Afrika yang digelar di Bandung pada 18 April-24 April 1955 adalah bukti peran Indonesia secara aktif menghadirkan solusi untuk mewujudkan perdamaian dunia di masa lalu yang harus terus dilanjutkan hingga kini. Menurutnya, semangat untuk berperan dalam menjawab sejumlah tantangan berskala dunia harus terus dihidupkan.

Lestari menambahkan untuk mendapatkan solusi dari permasalahan dunia, Indonesia juga harus membangun kemandirian bangsa antara lain lewat pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang tangguh dan berintegritas.

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu menekankan masyarakat Indonesia mesti diingatkan bahwa di masa lalu Indonesia mampu mensejajarkan diri dengan bangsa-bangsa besar di dunia yang mampu mewarnai sepak terjang politik global. Semangat itu, kata dia, harus terus digelorakan agar generasi muda tidak ragu lagi untuk menjawab berbagai tantangan berskala global yang mewarnai kehidupan dunia saat ini.

Menghidupkan kembali semangat KTT Asia Afrika yang tumbuh 67 tahun yang lalu di Bandung, Jawa Barat, sebut Lestari, adalah salah satu upaya untuk terus memupuk rasa bangga anak bangsa. Berangkat dari rasa bangga itu, Lestari berharap upaya mewujudkan karakter anak bangsa yang tangguh, berintegritas, dan berkarakter kebangsaan kuat untuk menjawab berbagai tantangan bangsa di masa kini dan mendatang, harus terus dilanjutkan dengan langkah yang terukur.

Lestari mengerucutkan tujuan utama dari hal-hal tersebut adalah terwujudnya amanat konstitusi UUD 1945, yaitu Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.

(fhs/ega)