ADVERTISEMENT

MAKI: Muka Tebal Lili Pintauli Jadi Tertawaan Dunia

Dwi Andayani - detikNews
Sabtu, 16 Apr 2022 06:45 WIB
Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar mengikuti upacara pelantikan Pimpinan dan Dewan Pengawas KPK di Istana Negara, Jakarta, Jumat (20/12/2019). Presiden Joko Widodo melantik lima pimpinan KPK periode 2019-2023 yakni Firli Bahuri, Alexander Marwata, Lili Pintauli Siregar, Nawawi Pomolango dan Nurul Ghufron. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/wsj.
Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar (Antara Foto)
Jakarta -

Kasus pelanggaran etik Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar disorot oleh Amerika Serikat (AS) dalam Laporan Praktik Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia. Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) menyindir Lili dengan muka tebal.

"Muka tebal Lili Pintauli Siregar jadi tertawaan dunia internasional karena sudah dihukum bersalah melanggar kode etik tapi masih berulang melakukannya lagi," kata Koordinator MAKI Boyamin Saiman kepada wartawan, Jumat (15/4/2022).

Dia juga menilai AS menganggap tingkah Lili sebagai suatu hal yang tidak lazim. Sebab, katanya, Lili tetap menjabat meski telah melanggar kode etik.

"Jadi kenapa kemudian Amerika menyoroti tingkah polanya Lili Pintauli Siregar, menurut mereka sesuatu yang aneh, suatu yang janggal, suatu yang tidak lazim ada seorang pejabat negara melanggar kode etik tetapi tidak mundur," tuturnya.

Boyamin mengatakan AS merupakan negara maju di mana sangat mempedulikan tingkah para pejabatnya. Sehingga, katanya, para pejabat di AS memiliki integritas dengan tidak melanggar kode etik.

"Untuk standar negara modern, itu adalah terkait dengan integritas pejabatnya salah satunya adalah integritas itu tidak melanggar kode etik, tidak melanggar sesuatu tata norma yang berlaku atau yang dipandang baik oleh masyarakat," ujar Boyamin.

"Nah, Amerika Serikat salah satu negara maju dan modern sangat mempedulikan tingkah laku pola pemimpinnya, termasuk dalam hal ini pemberantasan korupsi adalah tidak melanggar kode etik," imbuhnya.

Boyamin meminta Lili untuk mundur dari jabatannya. Menurut Boyamin, posisi Lili di KPK menjadi tidak berguna.

"Makanya saya sekali lagi, mengimbau, meminta, menuntut Bu Lili untuk segera mengundurkan diri dari KPK karena ini akan terus menjadi sorotan negara lain, dan sorotan masyarakat Indonesia juga. Karena Bu Lili itu kemudian posisinya menjadi tidak berguna dan tidak bermanfaat bagi KPK," tuturnya.

Simak Video 'Sederet Polemik yang Bikin Lili Pintauli Diadukan ke Dewas KPK!':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT