Puluhan Jenazah Masih Ditemukan dari Puing Gempa di Klaten
Minggu, 28 Mei 2006 12:37 WIB
Klaten -
Hingga Minggu (28/5/2006) siang ini, tim evakuasi masih menemukan puluhan jenazah dari puing-puing reruntuhan rumah yang terkena gempa di Klaten. Evakuasi sulit dilakukan karena keterbatasan alat dan tenaga. Berdasarkan pantauan detikcom, di kedua desa terparah yakni Desa Kragilan Kecamatan Gantiwarno dan Desa Gunung Kecamatan Wedi, yang letaknya bersebelahan tidak satu pun ada bangunan yang masih berdiri. Korban tertimbun sebagian besar kaum manula. Sayangnya saat berhasil dikeluarkan dari tumpukan kayu dan bata yang menimpanya, nyawa mereka tidak ada yang tertolong lagi. Padahal mereka telah semalaman berjuang menyelamatkan diri.Keseluruhan korban yang meninggal kemudian dikuburkan dengan ala kadarnya. Jenazah tidak dimandikan, hanya terbungkus kain kafan dengan masih terbalut pakaian yang melekat saat meninggal. Para korban disalatkan oleh tim relawan secara darurat dengan bertayamum.Tim pun kesulitan mengidentifikasi identitas korban karena tidak ditemukan sanak saudara para korban di lokasi. Maka tanpa menunggu persetujuan para keluarga, korban langsung dimakamkan.Bantuan logistik dari pemerintah maupun masyarakat luar belum diterima kedua desa karena akses jalan rusak. Untungnya bala bantuan tenaga yang datang dari seputar Klaten terus berdatangan, mereka datang sambil membawakan nasi bungkus.Keluhkan Jadi TontonanTim relawan mengeluhkan banyaknya masyarakat dari luar Klaten yang hanya menonton. Kehadiran tamu tidak diundang ini justru menambah tugas tim relawan."Penonton-penonton ini mengganggu sekali. Mereka tidak mau membantu, hanya berputar-putar mengambil gambar, berfoto-foto. Ini bisa membuat jalan akses ke sini yang telah rusak menjadi macet," keluh salah seorang anggota tim relawan.Mobil penonton yang datang berplat H, A,B,L, dan kota-kota di Jatim dan Jateng. Tim relawan menduga bantuan terlambat datang akibat lalu lintas macet gara-gara padatnya warga luar yang ingin menonton.
(arn/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































