Rel Kereta Kuno Yogya-Bantul Bengkok Bak Ular
Minggu, 28 Mei 2006 09:48 WIB
Jakarta - Saking kuatnya gempa, benda-benda yang sudah terkubur lama muncrat ke permukaan. Misalnya saja rel kereta kuno Yogya-Bantul yang sudah lama terpendam. Rel itu terangkat ke atas, bengkok seperti ular.Demikian diceritakan Feri Istanto, warga Gendeng, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, pada detikcom, Minggu (29/5/2006). Rel KA Yogya-Bantul merupakan jalur kereta api lokal di Yogya. Jalur ini sudah lama tidak ada lagi, bahkan bekas jalur relnya juga sudah tidak tampak dan di sepanjang jalur rel kereta api Yogya-Bantul tumbuh pemukiman. Tapi saking kuatnya gempa, rel yang sudah menyatu dengan tanah itu unjuk gigi.Lebih lanjut, Feri menceritakan, desa wisata Kasongan, Kelurahan Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Bantul, yang terletak di pinggir jalan Bantul mengalami kerusakan parah, dengan skala kerusakan sekitar 10%. Berbagai benda keramik bernilai tinggi hancur. Jembatan di tengah desa juga anjlok. "Padahal desa ini diperkirakan sebentar lagi sedianya akan banyak dikunjungi banyak wisatawan domestik yang memanfaatkan liburan sekolah," kata Feri. Warga berharap tidak ada pembatalan kunjungan wisatawan pada bulan Juni mendatang, agar kondisi ekonomi masyarakat sekitar tidak semakin terpuruk.Salah satu titik terpatah akibat gempa terjadi di Dongkelan, sebuah daerah perbatasan antara Bantul dan Yogya. Di daerah tersebut, jalan aspal mengalami retakan setiap 3-5 meter. Rumah-rumah roboh dan rel kereta kuno Yogya-Bantul terangkat. "Secara umum, sepanjang Jalan Bantul mulai dari Ringroad Selatan Yogya hingga Kota Bantul rusak parah," ujar Feri. Bagaimana di daerah Anda? Ceritakan pada kami di redaksi@staff.detik.com.
(nrl/)











































