ADVERTISEMENT

Sentilan PSI ke Anies Saat Persija Belum Diundang ke JIS

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 14 Apr 2022 22:08 WIB
Turnamen International Youth Championship (IYC) digelar di JIS, Rabu (13/4). Di salah satu laga, skuad Indonesia All Star U-20 bertanding lawan Barcelona U-18.
Suasana pertandingan di JIS (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

PSI kembali menyentil Gubernur DKI Anies Baswedan. Kali ini terkait Persija Jakarta yang tidak ikut turnamen yang digelar di Jakarta International Stadium (JIS).

Kritik itu disampaikan Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta Anggara Wicitra Sastroamidjojo dalam keterangan tertulis, Kamis (14/4/2022). Anggara menganalogikan Persija seperti anak kos di rumah sendiri.

"Saya rasa ini sangat tidak bisa diterima, berdirinya di atas tanah Jakarta, dibayar pakai uang pajak masyarakat Jakarta tetapi tim kebanggaan Jakarta tidak diutamakan," kata Anggara.

Anggara menyoroti sikap Gubernur DKI Anies Baswedan terhadap klub yang dijuluki Macan Kemayoran itu. Pasalnya, Anies kerap menyatakan JIS sebagai rumah bagi Persija dan Jakmania.

"Bagaimanapun ini jadi laga pertama dalam sejarah JIS. Sejak awal Pak Anies selalu mengatakan JIS dibangun untuk Persija dan Jakmania, tetapi ternyata bukan mereka yang pertama merasakan bermain di sana," ujarnya.

Dia memandang semestinya status JIS sebagai kandang Persija dirampungkan dulu. Dia mengatakan pertandingan lain bisa digelar setelah peresmian JIS.

"Kalau memang komitmennya JIS untuk Persija dan Jakmania, disahkan dulu stadion ini jadi kandang kita, bikin dulu kantor Sekretariat The Jak, hiasi stadion dengan atribut Persija, baru terima tamu. Kalau kayak sekarang kan Persija seperti cuma dianggap anak kos, bukan tuan rumah," ucapnya.

Anggara menuturkan JIS merupakan stadion pengganti kandang Persija di Stadion Lebak Bulus yang dialihfungsikan untuk Depo MRT. Dia lantas menekankan soal status Persija sebagai tuan rumah JIS.

"Stadion JIS itu sejarahnya adalah pengganti Kandang Persija di Stadion Lebak Bulus yang dialihfungsikan untuk Depo MRT, jadi sudah sewajarnya saya pribadi pun sebagai salah satu fans fanatik Persija merasa marah ketika Persija tidak diprioritaskan di rumahnya sendiri," tuturnya.

"Macan Kemayoran harus punya rasa dan wujud kepemilikan atas stadion ini sehingga siapapun yang datang merasa seperti datang ke kandang kita," sambungnya.

Simak halaman selanjutnya terkait penjelasan penyelenggara.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT