Warga Belanda Korban Gempa Ternyata Seorang Peneliti Seni
Sabtu, 27 Mei 2006 23:33 WIB
Jakarta - Boudewijn Brands, warga negara Belanda yang tewas akibat gempa di Yogyakarta ternyata seorang peneliti seni lukis kontemporer Indonesia. Namun apa daya, maut keburu menjemputnya sebelum penelitian yang telah dimulainya sejak tahun 1996 selesai.Oom Bo, begitu sapaan akrab Brands, selama di Yogyakarta tinggal di rumah seorang pegawai restoran bernama Zulkarnaen (35), di Desa Bulus Wetan, Jetis, Bantul.Zulkarnaen yang juga asisten Oom Bo mengaku sangat bersedih dengan kepergian Oom Bo. Rumah Zulkarnaen yang berarsitektur Jawa pun saat ini telah rata dengan tanah."Dia itu seorang peneliti yang sedang riset tentang seni lukis kontemporer di Indonesia. Selama ini tinggal di rumah saya yang sekarang sudah rata dengan tanah," ujar Zulkarnaen kepada detikcom, Sabtu (25/6/2006), pukul 23.00 WIB.Dengan suara yang terdengar pilu, Zulkarnaen menceritakan kedatangan Oom Bo ke Indonesia pada 21 April lalu adalah untuk menyelesaikan penelitiannya. Oom Bo sendiri sebenarnya berprofesi sebagai konsultan ekonomi yang memiliki ketertarikan dengan dunia seni Indonesia.Selain melakukan penelitian tentang dunia seni dan seniman Indonesia, Oom Bo yang pertama kali menginjakkan kakinya di Indonesia tahun 1977 ini ternyata juga seorang kolektor benda-benda seni. Telah banyak benda-benda seni asal Indonesia dikumpulkannya.Penelitian yang telah dilakukannya sejak tahun 1996 pun sebenarnya sudah hampir tuntas. Data-data tentang seniman-seniman kontemporer Indonesia sudah menumpuk untuk disusun sebagai bahan laporan penelitian."Sejak 96 sudah banyak bahan yang dikumpulkan sudah banyak. Dia menyiapkan database tentang seniman kontemporer Indonesia. Dia juga seorang kolektor benda-benda seni," kenang Zulkarnaen.Zulkarnaen menceritakan, Oom Bo meninggal dunia karena tertimpa runtuhan bangunan rumah pada saat gempa terjadi. Dia meninggal pada saat tengah dievakuasi oleh Zulkarnaen dan kerabatnya. Namun, pada saat tiba di rumah sakit, nyawa Oom Bo tidak sempat tertolong."Karena terlalu lama dan rumah sakit juga sudah penuh. Jadi tidak sempat tertolong," tutur Zulkarnaen yang juga terluka di kakinya.Zulkarnaen juga mengaku telah menghubungi keluarga Oom Bo di Belanda. Dalam waktu dekat rencananya keluarga Oom Bo akan segera berangkat ke Indonesia untuk menjemput jenazah Oom Bo."Kemungkinan beliau akan dimakamkan di Belanda. Sekarang saya dan teman-teman masih berhubungan dengan keluarga beliau. Kita berharap dari kedutaan atau konsulat bisa segera turun dan membantu evakuasi bagi Oom Bo," tutur dia.
(fjr/)











































