Jadi Syarat Mudik, Vaksinasi Booster di DKI Melonjak

ADVERTISEMENT

Jadi Syarat Mudik, Vaksinasi Booster di DKI Melonjak

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Kamis, 14 Apr 2022 13:15 WIB
Ilustrasi Vaksinasi
Ilustrasi vaksin Corona (Foto: Dok. Shutterstock)
Jakarta -

Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengungkap ada lonjakan vaksinasi Corona dosis ketiga atau booster. Dinkes DKI menyebut salah satu penyebabnya ialah perjalanan mudik Lebaran 2022 yang menjadikan vaksin booster sebagai syarat.

"Sebelumnya sudah terjadi peningkatan tapi memang setelah booster itu juga semakin meningkat dan berbagai stakeholder yang mau mengadakan booster semakin banyak," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti kepada wartawan, Kamis (14/4/2022).

Widyastuti menuturkan hal ini bisa dilihat melalui target harian vaksinasi booster. Dari biasanya hanya 20 ribu orang menjadi 100 ribu orang per hari.

"Kita lihat dari target harian yang semula 20 ribu sekarang sudah 100 ribu, ini sesuatu yang positif," jelasnya.

Widyastuti mengakui minat masyarakat disuntik vaksin booster masih lebih rendah dibandingkan vaksinasi dosis pertama dan kedua yang bisa menembus 200 ribu orang per hari. Karena itu, pihaknya bakal meningkatkan layanan booster dengan berbagai cara, salah satunya membuka sentra vaksin booster di malam hari.

"Kami menginginkan secepatnya, seperti kata Pak Gub. Jadi semakin awal semakin baik, berbagai layanan sudah di buka. Layanan malam sudah dibuka. Tapi tidak serta-merta seperti di awal itu belum seperti yang diinginkan, tapi progres peningkatan cukup signifikan dibanding awal-awal ini perlu diapresiasi," ucapnya.

Merujuk data dari situs corona.jakarta.go.id, sebanyak 3.091.562 orang telah disuntik vaksinasi dosis ketiga. Sebanyak 83.586 di antaranya tenaga kesehatan.

Sedangkan untuk capaian dosis pertama vaksin COVID-19 sebesar 12.497.174 orang dan dosis kedua 10.618.138 orang.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengimbau masyarakat agar disuntik vaksin COVID-19 dosis ketiga atau booster secepatnya. Hal ini demi mengantisipasi timbulnya efek samping atau KIPI usai vaksin booster.

"Sebaiknya kerjakan semua di awal, jangan kerjakan ini pas mau mudik. Supaya sesudah vaksinasi kan ada antisipasi KIPI," kata Anies saat ditemui di Ruang Pola Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (7/4).

Dia mengimbau masyarakat tak melihat vaksin booster sebagai syarat mudik Lebaran semata. Sebab, vaksinasi ketiga juga penting bagi kesehatan bersama.

Simak Video 'Sistem Ganjil Genap dan One Way Berlaku saat Arus Mudik 2022, Catat Jadwalnya!':

[Gambas:Video 20detik]



(taa/haf)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT