ADVERTISEMENT

Ma'ruf Ungkap Mahfud Koordinasi ke Panglima TNI-Polri soal Pengamanan Papua

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Selasa, 12 Apr 2022 22:12 WIB
Wakil Presiden Maruf Amin berkunjung ke lokasi urban farming atau buruan sehat alami ekonomis (SAE) di RW 3 dan RW 4, Kelurahan Pajajaran, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung.
Wapres Ma'ruf Amin (Wisma Putra)
Jakarta -

Teroris kelompok kriminal bersenjata (KKB) kembali menembaki 2 warga sipil di Puncak Jaya, Papua. Merespons hal itu, Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan Menko Polhukam Mahfud Md sedang mengkoordinasikan prosedur pengamanan di Papua.

"Ini sedang dirumuskan, dikoordinasikan oleh Menko Polhukam yang melibatkan semua, Panglima TNI, Kapolri, kemudian BIN dan semua unsur untuk membuat langkah-langkah ke depan supaya masyarakat aman dan juga pembangunan kesejahteraan tidak terganggu, keamanan berkorelasi dengan masalah pembangunan kesejahteraan," kata Ma'ruf Amin di Bukittinggi, Sumatera Barat, Selasa (12/4/2020).

Ma'ruf mengatakan pendekatan pengamanan di Papua menggunakan metode defensif, tetapi dinamis. Ma'ruf menyebut pemerintah sedang merumuskan hal itu.

"Ya saya kira pemerintah sekarang dalam pertemuan terakhir kita, supaya strategi menghadapi berbagai dari KKB ini itu tidak defensif pasif, tapi defensif yang dinamis, aktif," katanya.

Menurut Ma'ruf, perlu perubahan strategi dalam mengawal masyarakat Papua. Dia tidak ingin warga sipil menjadi korban lagi.

"Karena itu harus ada perubahan strategi di dalam mengawal masyarakat supaya mereka memang tidak menjadi korban, menebarkan ketenangan," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, teroris KKB menembak dua orang tukang ojek di Kabupaten Puncak Jaya, Papua. Serangan itu menyebabkan satu orang meninggal dan satu orang lainnya kritis di rumah sakit (RS).

"Iya benar, 1 meninggal dunia, 1 kritis," kata Wakasatgas Humas Gakkum Operasi Damai Cartenz AKBP Arif Irawan saat dimintai konfirmasi detikcom, Selasa (12/4).

Arif mengatakan laporan sementara mengungkapkan kedua korban, yakni Soleno Lolo dan Sauku Dg Paewa, sedang mengantar penumpang di Kampung Lumbuk Distrik Tinggi Nambut, Selasa (12/4), sekitar pukul 10.00 WIT. Saat dalam perjalanan pulang, korban tiba-tiba diserang orang tak dikenal (OTK).

(lir/dwia)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT