IPW Apresiasi Kapolri Orasi Jamin Keselamatan dan Akomodir Suara Mahasiswa

ADVERTISEMENT

IPW Apresiasi Kapolri Orasi Jamin Keselamatan dan Akomodir Suara Mahasiswa

Audrey Santoso - detikNews
Senin, 11 Apr 2022 20:32 WIB
Pimpinan DPR RI menemui massa mahasiswa yang menggelar demo di depan gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Senin (11/4/2022). Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga hadir bersama rombongan pimpinan DPR RI.
Foto: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo naik ke atas mobil komando massa mahasiswa, Senin (11/4/2022). (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Indonesia Police Watch (IPW) menilai Polri telah berhasil menciptakan situasi kondusif dan meredam potensi kericuhan pada demo hari ini. IPW kemudian menyoroti kehadiran dan orasi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di atas mobil komando para pendemo.

"Polisi sudah berhasil, menurut saya, menciptakan kondusif dari sisi mahasiswa. (Berhasil) mensterilkan mahasiswa untuk tidak melakukan anarkisme," kata Ketua IPW, Sugeng Teguh Santoso kepada wartawan, Senin (11/4/2022).

Kehadiran Sigit pada siang hingga sore di titik-titik demonstrasi, yakni Patung Kuda dan depan Gedung DPR RI Jakarta Pusat, dinilai IPW sebagai contoh nyata pengawasan melekat pimpinan terhadap kegiatan anggotanya yang diharapkan Sigit. Sugeng juga berpendapat orasi Sigit di hadapan para mahasiswa mampu mengendalikan situasi.

"Saya apresiasi Pak Kapolri sebagai pimpinan Polri tertinggi berada di lapangan, mengendalikan demo sebagai perwujudan pertanggungjawaban dia. Melakukan pengawasan melekat kepada anggotanya. Beliau meneken Perkap tentang Pengawasan Melekat, dan dia mencontohkan kepada jajarannya mengambil alih kondisi," ungkap Sugeng.

"Ini seorang pemimpin yang perlu kita apresiasi," sambung Sugeng.

Terkait aksi demonstrasi damai yang ternodai oleh kejadian pengeroyokan pegiat media sosial (medsos) Ade Armando, Sugeng menuturkan hadirnya penunggang gelap dalam aksi yang diinisiasi mahasiswa hari ini sudah dapat diprediksi. Dia menyakini pelaku pengeroyokan bukanlah kelompok mahasiswa.

"Saya sudah sinyalir adanya penunggangan, adanya pihak ketiga yang menunggang. Ternyata benar terjadi. Karena pengeroyokan terhadap Ade Armando itu tidak mempunyai alasan yang terkait dengan agenda demonstrasi hari ini," ujar Sugeng.

"Kecuali (mengeroyok Ade Armando dengan alasan) kebencian. Mahasiswa pasti faham itu, jadi ini pelakunya bukan mahasiswa. Dari pola pernyataan yang kemudian menjadikan Ade Armando sasaran, ini kelompok-kelompok yang berbeda cara pandang dengan Ade Armando yang pruralis," lanjut Sugeng.

Sugeng yakin polisi telah mengetahui siapa yang menunggangi demonstrasi mahasiswa. Untuk itu IPW meminta Polri menangkap seluruh pengeroyok Ade Armando serta aktor yang menggerakkan massa penunggang gelap demo BEM SI hari ini.

"IPW mendesak Polri menangkap semua pelakunya dan menjerat dengan Pasal 170 tentang Pengeroyokan, dan menahan mereka untuk kemudian didalami apakah terbukti dugaan ada yang menunggangi demo mahasiswa hari ini," kata Sugeng.

"Dengan Ade armando dikeroyok ini, yang menunggangi aksi demo mahasiswa hari ini jadi kelihatan siapa. Ade Armando jadi seperti martir," ucap Sugeng.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT