ADVERTISEMENT

Demo 11 April di Bogor Masih Berlangsung, Water Cannon Disiagakan

Muchamad Sholihin - detikNews
Senin, 11 Apr 2022 19:41 WIB
Demo 11 April di Bogor (Muchamad Sholihin/detikcom)
Demo 11 April di Bogor (Muchamad Sholihin/detikcom)
Bogor -

Aksi 11 April di Bogor, Jawa Barat, yang digelar sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) masih berlangsung hingga pukul 18.30 WIB. Kendaraan water cannon disiagakan polisi.

Mahasiswa yang berhasil menerobos pagar kawat berduri kini saling berhadapan dengan polisi di Jalan Sudirman, Kota Bogor. Mahasiswa masih terus melakukan orasi dan nyanyian pergerakan.

Mereka memenuhi jalan Jenderal Sudirman, sekitar 500 meter dari pintu utama Istana Bogor.

Sementara pihak kepolisian, kini mengeluarkan 1 unit water cannon dan menyiagakannya di hadapan barisan mahasiswa. Polisi juga membentangkan spanduk bertulisan 'Peringatan Pertama'.

"Kepada adik-adik mahasiswa, saat ini waktu sudah memasuki pukul 18.15 WIB, banyak masyarakat yang memiliki kepentingan dan ingin melewati jalan ini, saya harap adik-adik saling menghargai, hargai juga hak masyarakat," kata Kapolresta Bogor Kota Kombes Susatyo Purnomo Condro melalui pengeras suara, Senin (11/4/2022).

Demo 11 April di Bogor (Muchamad Sholihin/detikcom)Demo 11 April di Bogor (Muchamad Sholihin/detikcom)

Mahasiswa yang tergabung dalam PMII Kota Bogor ini melakukan aksinya sejak sekitar pukul 16.00 WIB. Dalam aksinya, mahasiswa menyikapi beberapa persoalan bangsa terkait kenaikan harga BBM, harga bahan pokok, kinerja Kementerian Perdagangan dan tindakan yang dianggap represif yang dilakukan kepolisian di Tasikmalaya dan Sukabumi, Jawa Barat.

Mahasiswa yang semula berjalan damai mulai memanas ketika mahasiswa membakar ban bekas tepat di depan pagar kawat berduri. Setelah melakukan orasi dan teatrikal, mahasiswa kemudian merusak dan menerobos pagar kawat berduri sekitar pukul 17.20 WIB.

Sekitar pukul 19.00 WIB mahasiswa kemudian membubarkan diri usai membacakan tuntutan mereka di hadapan polisi dan hadangan water cannon.

"PMII menyegel Istana menuntut dan mengecam Presiden Jokowi untuk dapat mengevaluasi kinerja para jajaran kabinet yang bertanggung jawab, dalam memastikan ketersediaan komoditas yang menjadi kebutuhan rakyat seperti bahan pangan pokok yang murah untuk seluruh rakyat Indonesia," kata Ketua cabang PMII Kota Bogor Fahreza Berliansyah di mobil komando.

Dalam rilisnya, mahasiswa PMII juga menuntut serta mendesak Presiden Jokowi dan pemerintah pusat agar membatalkan kenaikan PPN/PPH/PBB dan BBM yang dimana kenaikan itu semua akan berdampak pada kenaikan segala harga bahan pangan kebutuhan rakyat Indonesia.

"Mendesak Kementerian Perdagangan segera menuntaskan oknum oknum mafia minyak di Negara Republik Indonesia. Mendesak Kapolri agar segera evaluasi anggotanya yang melanggar protap pengendalian massa," sambungnya.

(isa/isa)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT