ADVERTISEMENT

Dishub DKI Siagakan 100 Personel Atur Lalu Lintas Saat Demo 11 April

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Senin, 11 Apr 2022 12:48 WIB
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo.
Foto: Wilda/detikcom
Jakarta -

BEM SI Bakal menggelar demonstrasi hari ini. Sebanyak 100 personel Dinas Perhubungan DKI Jakarta disiagakan untuk mengatur lalu lintas selama demo 11 April.

"Personel untuk Dishub pada kawasan yang sudah ditetapkan kami drop sekitar 100 personel," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (11/4/2022).

Adapun personel tersebar di sejumlah titik. Dari Jalan Medan Merdeka, Jalan Budi Kemuliaan, hingga Simpang Tanah Abang.

"Sesuai dengan rencana operasinya sesuai Kawasan Medan Merdeka ini akan dilakukan penutupan arus, contohnya di Jalan Merdeka Timur, kemudian di Kawasan Patung Kuda, Budi Kemuliaan dan juga di Jalan Abdul Muis khususnya Simpang Tanah Abang 3 dan juga ada penutupan jalan museum dan juga ada di Kawasan Veteran," jelasnya.

Selain itu, Dishub DKI menyiapkan 2 unit variable message sign (VMS) mobile di simpang-simpang ruas jalan Ibu Kota serta mobil derek untuk memindahkan kendaraan yang menghambat lalu lintas.

"Ada beberapa VMS mobile yang kami tempatkan di ujung untuk mengalihkan sosialisasi arus lalu lintas dan juga beberapa mobil derek jika ada kendaraan yang kemungkinan potensial yang menghalangi kendaraan-kendaraan. Ini tentu akan kami lakukan penderekan," ujarnya.

Selain menyiagakan personel Dishub, Pemprov DKI mengerahkan 9 unit mobil pemadam kebakaran dan 40 personel untuk aksi 11 April ini.

"Sebanyak 9 unit dengan 40 personil dikerahkan untuk penjagaan saat penyampaian pendapat oleh mahasiswa," demikian keterangan dari akun instagram Dinas Gulkarmat DKI, @humasjakfire yang dilihat hari ini.

Seperti diketahui, Aliansi BEM SI bakal tetap menggelar demo meskipun Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menegaskan bahwa Pemilu 2024 tidak ditunda. Semula demo bakal di dekat Istana Merdeka, kini lokasi berubah menjadi ke depan gedung DPR/MPR RI.

Dalam aksi di DPR RI, BEM SI akan mengusung tagar #RakyatBangkitMelawan dengan 4 tuntutan. Berikut ini tuntutan mereka:
1. Mendesak dan menuntut wakil rakyat agar mendengarkan dan menyampaikan aspirasi rakyat bukan aspirasi partai.
2. Mendesak dan menuntut wakil rakyat untuk menjemput aspirasi rakyat sebagaimana aksi massa yang telah dilakukan dari berbagai daerah dari tanggal 28 Maret hingga 11 April 2022.
3. Mendesak dan menuntut wakil rakyat untuk tidak mengkhianati konstitusi negara dengan melakukan amandemen, bersikap tegas menolak penundaan pemilu 2024 atau massa jabatan 3 periode.
4. Mendesak dan menuntut wakil rakyat untuk menyampaikan kajian disertai 18 tuntutan Mahasiswa kepada Presiden yang hingga saat ini belum terjawab.

"Selain dari hal di atas, Aliansi BEM SI juga meminta jawaban atas tuntutan rakyat yang sampai saat ini belum terjawab. Terdapat 18 tuntutan rakyat dimana 6 tuntutan dibawa saat aksi pada tanggal 28 Maret 2022 dan 12 tuntutan lainnya berasal dari aksi 7 tahun pemerintahan Jokowi 21 Oktober 2021 lalu," ucap Koordinator BEM SI, Kaharuddin.

"Tuntutan tersebut antara lain berisi mengenai tuntutan kepada Presiden untuk bersikap tegas menolak isu penundaan pemilu 2024, tuntutan lainnya adalah mengenai stabilitas harga bahan-bahan pokok untuk masyarakat. Sedangkan tuntutan lainnya, adalah mengenai UU Cipta Kerja," sambung Kaharuddin.

(taa/idn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT