ADVERTISEMENT

Kapolda Metro Yakin Mahasiswa Tak Akan Demo Anarkis: Mereka Terpelajar

Nahda Rizki Utami - detikNews
Senin, 11 Apr 2022 10:53 WIB
Polda Metro Jaya apel pasukan pengamanan demo 11 April 2022 di Monas, Jakarta Pusat
Polda Metro Jaya apel pasukan pengamanan demo 11 April 2022 di Monas, Jakarta Pusat. (Nahda/detikcom)
Jakarta -

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran menanggapi soal potensi kelompok anarko saat aksi demo mahasiswa 11 April 2022. Fadil meyakini tidak ada potensi anarko maupun provokator dalam aksi demo hari ini.

"Tidak ada (anarko). Saya kira kalau menggunakan pikiran yang waras kan tujuan datang ke sini menyampaikan unjuk rasa. Mahasiswa ini kan kelompok terdidik, kelompok terpelajar. Saya kira kalau dia benar-benar mahasiswa, dia akan menggunakan statusnya sebagai kelompok yang terdidik dan terpelajar," jelas Fadil di Monas, Jakarta Pusat, Senin (11/4/2022).

Fadil mengatakan para mahasiswa tidak mungkin melakukan tindakan yang anarkis. Fadil juga meyakini mereka jauh dari kekerasan, sesuai dengan ciri-ciri mahasiswa yang terpelajar.

"Salah satu ciri orang terpelajar itu adalah menjauhi kekerasan, jadi tadi saya kira adik-adik mahasiswa tidak akan mungkin melakukan tindakan-tindakan anarkis," jelas Fadil.

Lebih lanjut, Fadil mengatakan tim kepolisian tetap mewaspadai segala kemungkinan yang terjadi. Fadil menugaskan kepada personelnya untuk melakukan pengamatan saat aksi demo.

"Dalam setiap unjuk rasa tentu kita harus mewaspadai semua kemungkinan. Oleh sebab itu, nanti para perwira sudah saya perintahkan dan saya tugaskan untuk melakukan pengamatan di lapangan. Itulah gunanya pemberitahuan sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum," tutur Fadil.


Kapolda Metro Larang Penggunaan Senpi


Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran memimpin apel pengamanan demo mahasiswa 11 April 2022 di lapangan Monas, Jakarta Pusat. Fadil memberikan sejumlah arahan kepada personel, salah satunya larangan penggunaan senjata api.

"Saya minta kepada seluruh anggota untuk tidak menggunakan dan tidak membawa senjata api, apalagi dengan senjata tajam, dengan peluru tajam," kata Fadil di Monas, Jakarta Pusat, Senin (11/4/2022).

Fadil meminta personel untuk betul-betul memedomani arahannya tersebut. Ia menekankan kepada personel untuk melaksanakan pengamanan secara humanis.

Selepas apel, Polda Metro Jaya juga mengecek pasukan pengamanan. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada personel yang membawa senjata api dalam pengamanan demo BEM SI ini.

"Setelah ini kita laksanakan pengecekan satu per satu, pastikan semua sudah sesuai arahan saya," katanya.

Fadil meminta seluruh jajaran saling menghargai dalam pelaksanaan pengamanan demo ini. Ia juga mewanti-wanti agar personel tidak mudah terprovokasi.

"Jangan muda terprovokasi, lakukan pengamanan sesuai arahan dan satu komando," katanya.

Seperti diketahui, massa BEM SI akan menggelar demo menolak wacana penundaan pemilu 2024. Demo dipusatkan di DPR RI, tetapi polisi juga mengantisipasi massa yang akan ke Istana dengan melakukan barikade di Patung Kuda, Jakarta Pusat, mulai pukul 09.00 WIB.

(mea/fjp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT