ADVERTISEMENT

PBNU Gelar Bazar Minyak Goreng Murah

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 10 Apr 2022 19:37 WIB
Wakil Ketua Umum PBNU Nusron Wahid hadir di bazar minyak goreng murah di Mranggen, Demak, Minggu (10/4/2022).
Wakil Ketua Umum PBNU Nusron Wahid hadir di bazar minyak goreng murah di Mranggen, Demak. (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) hari ini menggelar bazar minyak goreng murah di 3 wilayah di Jawa Tengah, yakni Kudus, Demak, dan Jepara. Wakil Ketua Umum PBNU Nusron Wahid menyebut bazar ini digelar untuk membantu masyarakat yang 'tercekik' karena kenaikan harga minyak goreng.

"Selama lima bulan lebih masyarakat terpukul akibat kenaikan harga minyak goreng yang cukup tinggi antara Rp 25 ribu-30 ribu per liter. Pasti sangat memberatkan rakyat, terutama ibu-ibu," kata Nusron Wahid dalam keterangannya, Minggu (10/4/2022).

Kegiatan bazar minyak goreng murah ini digelar dengan menggandeng PCNU Kudus, Demak dan Jepara. Selain itu, ada perusahaan produsen minyak goreng yang men-support bazar ini.

Bazar minyak goreng itu digelar di tiga kecamatan, yakni di Kedung, Jepara; Mejobo, Kudus; dan Mranggen, Demak. Nusron hadir ke lokasi bazar di Mranggen. Anggota DPR RI itu juga sempat melayani langsung masyarakat yang membeli minyak goreng.

Anggota DPR Fraksi Partai Golkar itu mengaku gembira bazar minyak goreng murah ini disambut antusias oleh warga sekitar. Stok minyak goreng yang disediakan habis dalam hitungan 2 jam.

"Kurang dari dua jam habis diserbu ibu-ibu muslimat dan mbak-mbak fatayat. Alhamdulillah mereka gembira," ujarnya.

Menurut Nusron, tekanan berat masyarakat akibat kenaikan harga minyak goreng makin terasa karena berbarengan dengan momentum Ramadan 1443 Hijriah. Anggota DPR RI itu yakin bazar ini membantu masyarakat.

"Barangnya mahal dan sempat langka, apalagi menjelang puasa. Pasti, dengan bazar dan operasi pasar minyak goreng murah, masyarakat sangat terbantu," ujar anggota DPR dapil Jawa Tengah II itu.

Dalam bazar tersebut, minyak goreng merk Filma yang di pasaran seharga Rp 25 ribu per liter, dijual dengan harga Rp 15 ribu. Total minyak yang dijual dalam bazar tersebut mencapai 10 ribu liter. Nusron mengungkapkan penjualan minyak goreng dengan harga murah ini dimungkinkan karena menggunakan dana corporate social responsibility (CSR) perusahaan.

"Ini dana CSR, bukan subsidi pemerintah. Minimal membantu masyarakat susah," ucapnya.

Nusron menambahkan pemerintah sebetulnya sudah memutuskan pemberian subsidi minyak goreng curah di harga Rp 14 ribu. Namun, sebut anggota Komisi VI DPR itu, minyak goreng curah subsidi itu belum tersedia di pasaran, khususnya di Kudus, Jepara dan Demak.

"Nanti saya akan minta Menteri Perdagangan dan Perindustrian untuk mempercepat distribusinya. Biar curah nggak apa-apa, yang penting murah dan ada barangnya," pungkasnya.

(zak/imk)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT