Cegah Pelajar Ikut Demo, Disdik DKI Imbau Ortu Antar Anak Sekolah Besok

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Minggu, 10 Apr 2022 17:01 WIB
Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM Seluruh Indonesia melakukan aksi di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Senin (28/3).
Ilustrasi demonstrasi mahasiswa (Foto: Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Dinas Pendidikan DKI Jakarta mengimbau para orang tua mengantar dan menjemput anaknya sekolah esok hari. Hal ini demi mencegah siswa mengikuti aksi demonstrasi mahasiswa.

"Tetap belajar seperti halnya, cuman untuk besok kita tambahan imbauan orang tua dipastikan untuk, diupayakan mengantar dan menjemput," kata Kepala Sub Bagian Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taga Radja Gah kepada wartawan, Minggu (10/4/2022).

Jika tak memungkinkan, Taga meminta agar wali murid berkoordinasi dengan masing-masing wali kelas memastikan anaknya mengikuti pembelajaran. Dia meminta supaya komunikasi efektif dibangun antara guru dan orang tua siswa.

"Jadi harus kita tahu, supaya saling mengontrol lah saling menjaga orang tua di rumah guru di sekolah. Jangan sampai nanti orang tua nggak tahu, guru juga nggak tahu ke mana anaknya. Makanya perlu komunikasi efektif antara orang tua dan guru," jelasnya.

Taga juga menekankan, pihaknya tak bermaksud melarang siswa mengikuti aksi demonstrasi. Meski begitu, urgensi siswa adalah belajar di sekolah.

Dia lantas menyinggung aksi demonstrasi beberapa waktu silam yang melibatkan siswa. Namun, sebagian hanya karena ikut-ikutan tanpa mengetahui isi tuntutan demo saat itu.

"Kita sampaikan kepada siswa aktivitas demo ini bukan sesuatu yang dilarang tapi kita melihat urgensitasnya, kepentingan anak-anak kita itu apa," tegasnya.

"Jadi mereka hampir sebagian besar hanya ikut-ikutan saja, bahkan ketika ada pihak berwajib menangkap mereka pun ditanya demo apa nggak tahu, ini kan bukan mengedukasi tapi jadi kontra produktif kan terhadap aktivitas itu, padahal demo itu sesuatu yang bagus untuk menyampaikan aspirasi rakyat kepada pemerintah, tapi melibatkan siswa dalam jumlah yang besar," sambungnya.

Sebelumnya, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) mengeluarkan surat imbauan mencegah siswa SMK di wilayah Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten mengikuti demo 11 April 2022. Pasalnya, ramai di media sosial ajakan demonstrasi berjudul 'STM Bergerak'.

"Surat tersebut benar dikeluarkan oleh Kemendikbud Ristek," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Kerja Sama dan Humas Kemendikbud Ristek Anang Ristanto kepada wartawan, Minggu (10/4/2022).

Anang menjelaskan seluruh pihak wajib melindungi anak-anak dari kekerasan. Dia menekankan surat edaran itu diterbitkan demi keselamatan para siswa SMK.

"Melindungi dan menjaga anak-anak dari kekerasan adalah amanat konstitusi yang merupakan tanggung jawab semua pihak. Untuk menjaga keselamatan dan keamanan peserta didik SMK, Kemendikbud Ristek mengimbau kepada Dinas Pendidikan, para pendidik serta orang tua peserta didik SMK di wilayah Jabodetabek agar dapat mencegah keterlibatan anak-anak dalam aksi unjuk rasa pada tanggal 11 April 2022," tuturnya.

Lebih lanjut, Anang mengatakan siswa SMK seharusnya belajar saat jam belajar berlangsung. Menurutnya, hal itu sejalan dengan pemenuhan hak anak untuk mendapat pendidikan

(taa/isa)