ADVERTISEMENT

Polisi Pastikan Kepala HRD Perampok Bank di Jaksel Tak Terlilit Pinjol

Karin Nur Secha - detikNews
Minggu, 10 Apr 2022 15:50 WIB
Polisi menangkap pegawai bank yang merampok bank di Jaksel
Polisi menangkap pegawai bank yang merampok bank di Jaksel. (Wildan/detikcom)
Jakarta -

Kepala HRD bank swasta, BS (43), merampok Bank BJB Cabang Fatmawati, Cilandak, Jakarta Selatan (Jaksel), karena terlilit utang sebesar Rp 5 miliar. Polisi memastikan BS tidak terlilit utang pinjaman online (pinjol).

"Tidak ada dugaan, kita tidak ada dugaan ke sana (pinjol)," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ridwan Soplanit saat dihubungi, Minggu (10/4/2022).

Diketahui BS terlilit utang dengan 12 kreditur. Nantinya, polisi akan memanggil ke-12 kreditur tersebut untuk dimintai keterangan.

"Nanti berdasarkan keterangan dulu satu-satu kita panggil terus kita kalkulasikan jumlahnya sesuai atau nggak dalam keterangan awal yang BS sebutkan," jelas Ridwan.

Salah seorang yang memberi pinjaman berinisial D akan diperiksa polisi minggu depan.

"Masih didalami nanti dalam minggu depan kita koneksikan dengan hasil kita panggil si D baru kita cek kebenaran keterangan yang diberikan (oleh BS)," sambungnya.

Terkait 11 kreditur lainnya, polisi sudah berhasil mengidentifikasi mereka. Namun, jadwal pemeriksaan kepada 11 kreditur tersebut belum dijadwalkan lebih lanjut.

Sebelumnya, BS ditangkap atas percobaan perampokan Bank BJB di Cilandak, Jakarta Selatan. Pria yang mengaku bekerja di bank swasta ini mengaku nekat merampok lantaran terlilit utang.

"Dia utang di mana-mana, dia utang semuanya Rp 5 miliar. Tapi utangnya beda-beda orang. Dia ada pinjam ke 12 orang," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ridwan Soplanit saat dihubungi, Kamis (7/4).

(ain/isa)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT